Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Enam Kesepakatan TNI-Polri Pasca-Insiden Gorontalo

Selasa, 24 April 2012, 13:25 WIB
Komentar : 2
Antara/Reno Esnir
Boy Rafli Amar
Boy Rafli Amar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI dan Polri menandatangani kesepakatan yang menyatakan kedua belah pihak sama-sama akan menjaga suasana Kondusif di Limboto pasca insiden pelemparan dan penembakan dua hari yang lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menuturkan jika ada enam kesepakatan yang telah disepakati antara TNI dan Polri.

Boy yang dijumpai di Mabes Polri pada Selasa (24/04) itu juga memperlihatkan selembar kertas yang berisikan pernyataan antara TNI dan Polri yanglah ditandatangani juga oleh pejabat terkait.

Isi surat pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kesepakatan untuk saling terbuka, mendukung demi memelihara keutuhan, kesatuan TNI-Polri demi tercipatanya keamanan di seluruh wilayah Gorontalo sehingga tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat pada umumnya.

2. Sepakat bentuk tim gabungan TNI-Polri untuk ungkap persoalan yang selama ini terjadi antara TNI-Polri yang belum tuntas jujur, objektif terbuka berdasar profesionalisme

3. Bangun komunikasi sehat harmonis antara TNI dan Polri

4. Sepakat untuk jaga kebersamaan tugas pokok guna membantu pemerintah provinsi Gorontalo

5. Menujunjung tinggi keweibawaan aparat TNI-Polri, pemerintah dalam mengemban amanat rakyat

6. Junjung tinggi hukum sebagai panglima dan pesan adat dalam ranah dan pengabdian tugas semboyan negeri dijaga-liputalalo, hukum dijalankan-butoo kasioyolo, rakyat dibela-ulipu odunuwalo

Dengan adanya kesepakatan tersebut Boy mengharapkan kedepannya nanti akan terbangun suasana kondusif, aman, damai, dan upaya-upaya pembangunan di Gorontalo bisa berjalan lancar.

Reporter : Nur Feby Rosiana
Redaktur : Hafidz Muftisany
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar