Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Seperti Apa Kriteria Pasar Tradisional yang Baik?

Monday, 23 April 2012, 20:38 WIB
Komentar : 1
kabartop.com
Pasar Tradisional
Pasar Tradisional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pasar tak hanya dijadikan sebagai tempat untuk jual beli. Wakil menteri perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan setidaknya ada tujuh kriteria agar pasar menjadi tempat aktivitas yang nyaman bagi masyarakat.

Menurut Bayu, pasar harus sehat."Bersih dan tidak membahayakan konsumen," ujar Bayu saat berdiskusi dengan wartawan, Senin (23/4).

Bayu mencontohkan, kondisi pasar harus bersih agar tidak menjadi tempat bercampurnya berbagai penyakit. Ia mengungkapkan flu burung lebih mudah disebarkan di pasar dibandingkan peternakan.

Tak hanya itu, [asar, kata Bayu harus tertib hukum. Artinya, semua transaksi jual beli tidak boleh dilakukan dengan curang. "Pasar yang menipu timbangannya itu bahaya," tambah Bayu.

Kemudian pasar yang mempromosikan produk-produk dalam negeri, menurut Bayu termasuk pasar yang baik. Menurut dia, pasar yang baik bisa membuat pembeli semakin kata karena daya beli meningkat.

Tak hanya soal jual beli, menurut Bayu pasar yang baik harus menyediakan segala fasilitas bagi konsumen. Misalnya, harus ada fasilitas untuk ibu hamil dan orang cacat.

Pun tak ketinggalan, pasar juga harus hemat energi dan hijau. "Harusnya hijau dengan tanaman, bukan dengan bunga palsu," ujar Bayu.

Pasar yang baik, menurut Bayu harus tetap menjaga ciri khas daerah tersebut. "Yang terakhir, omset pasar harus naik agar selalu berkembang," ujarnya.

Bayu berharap pemerintah dan swasta bisa berkoordinasi unttuk merevitaliasasi pasar tradisional yang kondisinya cenderung tak begitu baik. "Kerjasama ideal ini yang kita cari baik sekali," ujar Bayu

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...