Kamis, 25 Syawwal 1435 / 21 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diguncang Demo Tuntut Gaji, Produksi Suzuki Terhenti

Senin, 23 April 2012, 14:10 WIB
Komentar : -1
Demo buruh tuntut kenaikan UMP (ilustrasi).
Demo buruh tuntut kenaikan UMP (ilustrasi).
Demo buruh tuntut kenaikan UMP (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG---Proses produksi mobil dan motor PT Suzuki Indomobilmotor di Jalan Diponegoro, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lumpuh total akibat 4.000 pekerjanya melakukan aksi unjuk rasa, Senin (23/4). "Perusahaan kami merakit rata-rata 700 unit mobil dan lebih dari 1.000 unit motor per hari dan hari ini mesin pabrik mati total," ujar perwakilan karyawan, Sarjan, di sela aksi unjuk rasa.

Menurut dia, PT Suzuki Indomobil Motor merupakan pabrik perakitan kendaraan setelah seluruh mesin dikirim dari pabrik di kawasan Cakung, Jakarta Timur. "Pabrik di Tambun Selatan ini yang memproses akhir seluruh kendaraan berlogo Suzuki untuk dipasarkan di Indonesia," katanya.

Ribuan buruh tersebut berunjuk rasa dengan melakukan penutupan jalan utama Diponegoro yang mengakibatkan arus menuju arah Kota Bekasi dan sekitarnya mengalami kemacetan sekitar 2 kilometer. "Kami kecewa karena perusahaan tidak membayar gaji sesuai upah minimum 2012 yang telah disahkan," ujar buruh lainnya, Edi.

Menurut dia, pihak perusahaan berkewajiban membayar upah pekerjanya Rp 1,85 juta per bulan, namun hanya dibayar Rp 1,4 juta terhitung sejak Januari 2012 lalu. "Kami menagih selisihnya yang belum dibayarkan sejak Januari lalu," katanya.

Menurut dia, aksi serupa sudah dilakukan beberapa kali, termasuk mendatangkan anggota dewan dari Komisi IX DPR RI yang diwakilkan oleh Rieke Diah Pitaloka. "Kami akan bertahan termasuk dengan melakukan penutupan Jalan Raya Diponegoro, sampai tuntutan kami dapat di penuhi pihak perusahaan," katanya.

Sampai berita ini dibuat, belum ada komentar resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan para buruh.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar