Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Truk Tinner Terbakar, Jalur Lampung-Sumsel Macet Total

Senin, 23 April 2012, 10:14 WIB
Komentar : 0
Antara/Ismar Patrizki
Truk kontainer terguling (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Semua kendaraan antarprovinsi di Sumatra terpaksa berhenti total di ruang jalan lintas timur (jalintim), Senin (23/4). Kendaraan terjebak macet total akibat truk berisi tinner terguling dan terbakar di badan jalan, Ahad (22/4).

Laporan yang diperoleh Senin pagi, arus lalulintas di Jalintim, persisnya di Kampung Kauripan Dalam, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, tak dapat bergerak lagi. Kemacetan mengular sepanjang 30 km dari Palembang dan Bandar Lampung.

Petugas yang sudah berada di lokasi kejadian belum bisa mengevakuasi truk yang menghalangi arus alu lintas ini ke pinggir jalan, lantaran api masih berkobar dan diperkirakan tangki truk akan meledak.

Menurut Armen, warga Unit II Banjar Agung, kejadian macet sudah terjadi Ahad lalu, namun sampai Senin pagi ini, kendaraan belum bisa melintas.

"Antrean kendaraan terus bertambah sampai 30 km lebih," katanya saat dihubungi dari Bandar Lampung.

Polisi mengalihkan arus lalu lintas yang akan masuk jalintim ke jalan lintas tengah menuju Baturaja, Sumsel. Sedangkan kendaraan yang terjebak di sepanjang jalan lintas tersebut harus rela bersabar menunggu truk terbakar dipinggirkan.

Tidak ada korban jiwa dalam terbakarnya truk bermuatan tinner tersebut.



Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Hazliansyah
830 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda