Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrok Brimob vs Kostrad, TNI 'No Comment'

Minggu, 22 April 2012, 22:50 WIB
Komentar : 1
Antara/R Rekotomo
Prajurit Kostrad (ilustrasi).
Prajurit Kostrad (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengaku belum bisa memberikan pernyataan soal peristiwa bentrokan antara sekelompok anggota TNI dari satuan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan satuan Brigade Mobil (Brimob), di Gorontalo, Ahad (22/4) dini hari waktu setempat.

Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda Iskandar Sitompul, pihaknya juga masih mendalami mengenai motif peristiwa tersebut. "Kita masih mendalami kejadian tersebut," ungkapnya dalam sambungan telepon, Ahad (22/4).

Selain itu, kata dia, hal tersebut juga merupakan wewenang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kendati demikian, pihaknya meminta agar hal tersebut jangan terlalu cepat disimpulkan sebelum adanya penyelidikan lebih lanjut. "Jangan dahulu menghakimi siapa yang salah sebelum ada penyelidikan resmi," kata Iskandar.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo, mengaku juga belum mengethaui secara pasti perihal kejadian tersebut. Karena itu, dia mengaku belum bisa memberikan pernyataan. "Saya belum tahu masalah itu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad), TNI Kolonel Infanteri Pandji Suko Hari, pun menyatakan hal yang sama. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti akan persitiwa tersebut. Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman. "Coba hubungi Kapendam Wirabuana saja. Kita juga sama-sama masih cari tahu," kata dia.

Sementara itu, Kapendam Wirabuana Gorontalo, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Yance Wolay, tidak sedikit pun memberikan respons ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat.


Reporter : Ahmad Reza S
Redaktur : Chairul Akhmad
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...