Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrok Brimob vs Kostrad, TNI 'No Comment'

Minggu, 22 April 2012, 22:50 WIB
Komentar : 1
Antara/R Rekotomo
Prajurit Kostrad (ilustrasi).
Prajurit Kostrad (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengaku belum bisa memberikan pernyataan soal peristiwa bentrokan antara sekelompok anggota TNI dari satuan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan satuan Brigade Mobil (Brimob), di Gorontalo, Ahad (22/4) dini hari waktu setempat.

Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda Iskandar Sitompul, pihaknya juga masih mendalami mengenai motif peristiwa tersebut. "Kita masih mendalami kejadian tersebut," ungkapnya dalam sambungan telepon, Ahad (22/4).

Selain itu, kata dia, hal tersebut juga merupakan wewenang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kendati demikian, pihaknya meminta agar hal tersebut jangan terlalu cepat disimpulkan sebelum adanya penyelidikan lebih lanjut. "Jangan dahulu menghakimi siapa yang salah sebelum ada penyelidikan resmi," kata Iskandar.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo, mengaku juga belum mengethaui secara pasti perihal kejadian tersebut. Karena itu, dia mengaku belum bisa memberikan pernyataan. "Saya belum tahu masalah itu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad), TNI Kolonel Infanteri Pandji Suko Hari, pun menyatakan hal yang sama. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti akan persitiwa tersebut. Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman. "Coba hubungi Kapendam Wirabuana saja. Kita juga sama-sama masih cari tahu," kata dia.

Sementara itu, Kapendam Wirabuana Gorontalo, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Yance Wolay, tidak sedikit pun memberikan respons ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat.


Reporter : Ahmad Reza S
Redaktur : Chairul Akhmad
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  anta Kamis, 26 April 2012, 22:28
Sulit unt melhat sp yg slh, yg jls yg bersenjta api lah yg bsa d anggap salah.
  ajay Kamis, 26 April 2012, 17:12
ada bagusnya keduanya yaitu TNI dan polri kembali disatukan seperti dulu ke pangkuan ABRI,.. biar polisi tidak besar kepala LAGI,....
  wawi Kamis, 26 April 2012, 16:07
klo perlu polisi dilatih jadi hansip aja
  uss diningrat Kamis, 26 April 2012, 14:06
seharusnya polisi tidak di beri senjata agar tidak main tembak....karena klau kita liat di mana2 baik di jalan raya di pos tentenganya senjata....itu yng bisa bikin ego nya naik kali...mentang2 bawa senjata....maen seenaknya aja....?
  momor Kamis, 26 April 2012, 13:50
kan sudah remunerasi, kok masih bentrok seeehhhh...jadi aparat keamanan RI enak kan..gak pernah perang ama negara lain...