Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Aksi Geng Motor, Empat Anggota TNI Ditangkap

Jumat, 20 April 2012, 00:05 WIB
Komentar : 0
Antara
Razia Geng Motor (ilustrasi)
Razia Geng Motor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi Militer menangkap empat anggota Artileri Pertahanan Udara 6 (Arhanud) TNI-AD Tanjung Priok yang diduga terlibat penyerangan terhadap pemuda bersepeda motor di delapan lokasi di Jakarta yang terjadi pada Jumat (13/4) dinihari.

"Kami masih memeriksa keempat anggota itu dan akan diproses sesuai dengan pelanggarannya," kata Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Waris, saat acara silaturahim TNI-Polri di Jakarta, Kamis malam.

Waris mengatakan keempat anggota TNI-AD tersebut diduga terlibat aksi penyerangan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Waris menegaskan bahwa pihaknya akan menghukum berat keempat anggota apabila terbukti terlibat dalam penyerangan itu.

"Sanksinya administrasi atau penundaan pangkat sampai ancaman pemecatan," katanya.

Waris menambahkan ada dugaan anggota TNI yang baru masuk itu, ikut serta penyerangan karena terprovokasi peristiwa kasus kematian anggota TNI AL, Kelasi Arifin Siri.

Saat ini, pihak POM TNI masih menyelidiki anggota TNI lainnya yang diduga terlibat penyerangan terhadap pemuda bersepeda motor. Jenderal bintang dua itu menambahkan pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada semua pihak termasuk pimpinan TNI yang lainnya terkait keterlibatan anggota TNI dalam penyerangan itu.

Waris juga berharap pelaku yang diduga terlibat peristiwa penyerangan terhadap anggota TNI AL maupun pemuda bersepeda motor itu, segera terungkap.

Sebelumnya, kelompok pesepeda motor mengeroyok Kelasi Arifin hingga tewas di Pademangan, Jakarta Utara, 31 Maret 2012.

Sepekan setelah terjadi pengeroyokan terhadap Arifin, sekelompok bersepeda motor menyerang para pemuda di wilayah Danau Sunter, Jakarta Utara dan Kemayoran, Jakarta Pusat pada 7-8 April 2012, hingga menimbulkan korban tewas satu orang dan tujuh orang luka berat.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  iean Jumat, 20 April 2012, 22:38
hukum tidak mngenal pangkat, siapa pun dan pangkat apa pun dia harus di hukum sesuai pasal yg berlaku.
saya mhon polisi bertindak tegas dalam hal apa pun?
  jems Jumat, 20 April 2012, 20:09
dari peristiwa ini semua kita lebih hati2,,,dan akan selalu waspada,,,
  MALEO Jumat, 20 April 2012, 10:55
tidak ada yg kebal hukum di negeri ini mau sipil,angkatan atau siapapun harus ditindak tegas....bila perlu setan sekalipun...ok
  zainal arifin Jumat, 20 April 2012, 10:00
Oknum anggota tni maupun masyarakat sipil yang terlibat pembunuhan harus dihukum sama beratnya, jangan karena yang terklibat anggota tni, dihukumnya sangsi adm dan penundaan pangkat ini TIDAK Adiiiiiiiiiiil.
  HMS.Argo Jumat, 20 April 2012, 06:56
Bubarkan semua bentuk komunitas anti kreatif : geng motor, geng mobil,geng sepeda, geng-gengan dsb. Hanya akan membuat bangsa indonesia ini semakin rusak. Selamatkan bangsa ini dg membubarkan mereka tanpa kompromi!!!!!

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...