Tuesday, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Program Nikah Massal Sepi Peminat

Friday, 13 April 2012, 15:49 WIB
Komentar : 2
Pasutri nikah massal.
Pasutri nikah massal.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Program nikah massal yang diselenggarakan Pemkab Purwakarta, sepi peminat. Pasalnya, dalam nikah massal perdana yang bertempat di Desa Warung Kandang, Kecamatan Plered, hanya diikuti sepasang pengantin. Padahal, sejak dua bulan lalu sosialisasi nikah massal ini gencar dilakukan.

Kabag Kesra Setda Purwakarta Alfi Gumelar, mengatakan, untuk program nikah massal ini pihaknya telah bekerjasama dengan Kementerian Agama setempat. Akan tetapi, dengan kenyataan seperti ini, pihaknya mempertanyakan kinerja petugas Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan.

"Kenapa pas pelaksanaan, yang mendaftar cuma sepasang," kata Alfi, kepada Republika, Jumat (13/4).

Diakui Alfi, pemkab berupaya memfasilitasi warga yang ingin menikah namun tak mampu secara administrasi. Ketika fasilitas itu sudah tersedia, tapi tak dimanfaatkan. Dia menduga, sepinya minat nikah massal karena informasi dari KUA kepada masyarakat kurang maksimal.

Untuk program nikah massal ini, sambung Alfi, pemkab tidak membatasi. Dengan kata lain, berapapun jumlah pasangan yang akan menikah, pasti dibiayai oleh pemkab. Catatannya, pasangan tersebut terkategori kurang mampu. Tujuan diluncurkannya program nikah massal ini, lanjut dia, untuk meminimalisasi terjadinya nikah siri atau nikah bawah tangan. Mengingat, di Purwakarta banyak pasangan suami-istri yang tak punya akta nikah. Karena itu, sejak dini harus ada pencegahan.

"Kami ingin, sejak dini warga sudah sadar akan pentingnya catatan administrasi. Termasuk akta nikah dan kelahiran," jelasnya.

Alfi menyebutkan, selain menggratiskan biaya nikah, pemkab juga berupaya memberikan bantuan untuk syukurannya. Termasuk, mas kawin dan pakaian pengantin. Namun, tetap saja program ini sepi peminat.

Reporter : Ita Nina Winarsih
Redaktur : Hazliansyah
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...