Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

BNPB: Jalur Evakuasi Tsunami Perlu Ditambah

Jumat, 13 April 2012, 14:31 WIB
Komentar : 1
Blogspot.com
Alat peringatan dini tsunami (ilustrasi).
Alat peringatan dini tsunami (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR ACEH -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat , Syamsul Maarif, menyatakan, jalur evakuasi tsunami di wilayah Aceh perlu ditambah untuk mengurangi kemacetan kendaraan saat bencana itu terjadi.

"Jalur evakuasi tsunami berupa jalan-jalan yang dilalui itu belum mampu menampung orang dalam jumlah banyak," katanya di Banda Aceh, Jumat.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Wapres Boediono dan sejumlah menteri serta Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim di pendopo kegubernuran Aceh di Banda Aceh.

Saat gempa berkekuatan 8,5 skala Richter terjadi di Aceh pada 11 April 2012, terjadi kepanikan dan jalur-jalur evekuasi terlihat macet oleh arus kendaraan dan masyarakat, seperti di Kota Banda Aceh.

"Kemacetan arus kendaraan bermotor di jalur evakuasi tsunami itu perlu mendapat perhatian semua pihak untuk mengantisipasi di masa mendatang," katanya.
Ia menyebutkan penting dipikirkan jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir tersebut.

"Jalur evakuasi di sejumlah daerah di Aceh itu memang sudah ada, tapi sempit dibandingkan kendaraan yang cukup banyak," kata Kepala BNPB Pusat itu menegaskan.
Selain itu, dia menyatakan juga penting adanya pembangunan selter di daerah-daerah terdekat dengan pantai, khususnya di Aceh.

Bahkan, ia menyatakan juga diperlukan keseragaman masing-masing pemerintah daerah melalui penciptaan sebuah peraturan (Pergub) agar seluruh bangunan dilengkapi dengan sebuah selter.

Di Padang, Sumatera Barat, kata dia, terdapat sebuah masjid yang telah dilengkapi dengan selter yang diperuntukkan bagi evakuasi masyarakat sekitar jika terjadi tsunami.

Di Simeulue, menurut dia, tidak perlu dibangun selter karena memang di daerah itu kawasan pesisir pantainya berdekatan dengan gunung. "Jadi kesiapan masyarakat Simeulue sudah bagus dalam mengantisipasi jika terjadi tsunami, mereka langsung mencari dan berlari ke gunung," kata dia menjelaskan.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...