Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Kriteria Honorer yang Diangkat PNS Tahun Ini

Minggu, 08 April 2012, 22:11 WIB
Komentar : 25
Antara/Henky Mohari
Para Pegawai Negeri Sipil atawa PNS (ilustrasi).
Para Pegawai Negeri Sipil atawa PNS (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS terdiri dari tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai oleh APBN atau APBD.

Kriteria honorer dimaksud yakni diangkat oleh pejabat yang berwenang, bekerja di instansi pemerintah, masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus, berusia sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006.

Namun, dalam proses pemberdayaan honorer yang masuk "database" sampai 2005 itu, mencuat keberadaan honorer di masing-masing daerah atas kebijakan pejabat setempat, yang jumlahnya lebih banyak.

Pemberdayaan tenaga honorer itu kemudian dibagi dalam dua kategori yakni kategori I (K1) tentang honorer yang didanai APBN dan APBD, dan kategori II (K2) yakni honorer yang upahnya tidak bersumber dari APBN dan APBD.
"Untuk honorer K1 sudah rampung dan sudah diangkat tahun ini, sekarang tingggal K2 yang jumlahnya skeitar 630 ribu. Secara keseluruhan jadinya ada sekitar 890 ribu honorer yang minta diberdayakan," ujarnya.

Khusus honorer K2, kata Azwar, belum terdata secara rinci dari nama, tempat kerja, waktu mulai kerja, upahnya bersumber dari mana, dan siapa yang mempekerjakan honorer tersebut.

Kementerian PAN dan RB kemudian meminta masing-masing pemerintah daerah untuk mengisi total formasi 630 ribu honorer K2 itu kemudian dilakukan seleksi berupa ujian tulis dan wawancara.

"Mereka itu (honorer K2) belum pernah ikut tes, sama seperti seleksi CPNS," ujar Azwar yang mengaku belum bisa memastikan waktu pengangkatan untuk honorer K2 itu, karena sangat tergantung waktu perampungan pendataan dan tahapan seleksi.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Nov Selasa, 29 Januari 2013, 19:43
Guru yg diangkat jd pns dari honorer yang lulusan UT> (kuliah sabtu minggu doank) kualitasnya DIPERTANYAKAN???? Visi misi pribadi mreka juga kurang thd anak di2k . . Mohon peninjauan ulang...
  elis nurjanah Sabtu, 27 Oktober 2012, 16:51
kami yang sedah berusia 43 thun sukwan sekitar 12 tahun kapan diangkatnya ??? sudah mengikuti tes beberapa kali. tapi kenapa yang lulus yg punya uang.
  vinod Kamis, 13 September 2012, 12:50
kami harapkan dengan adanya tes trhadap hnorer K2 ini dpat berjalan sbagaimestinya (Pegawai yg akan terangkat) nantinya betul-betul tenaganya di butuhkan oleh pemerintah bukan yg di parkir doang /Mubazzir...
  bu upik Senin, 30 Juli 2012, 05:23
saya dulu pernah ikut tes honorer 2005 tp tak terakomodir krn blm dibiayai oleh apbn/apbd jd masuk MS B.
  Milas Kamis, 12 Juli 2012, 09:42
Saya dulu sudah perenah ikut Tes, sesama tenaga honorer,