Rabu, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
  • Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra) Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra) Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra) Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra) Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Inilah Penyebab Menurunnya Populasi Kera

Kamis, 05 April 2012, 21:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Atraksi pengamen keliling dengan menggunakan kera ekor panjang ditonton anak-anak di permukiman padat penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Selain banyaknya tindakan eksploitasi kera ekor panjang (Macaca fascicularis), ekspor keluar Indonesia menjadi pemicu menurunnya populasi spesies primata tersebut.

Menurut British Union for the Abolition of Vivisection (BUAV), ekspor global monyet berekor panjang terus meningkat dalam satu dekade terakhir hingga mencapai 261.823 pada periode 2004 - 2008, dari hanya 119.373 pada 1999-2003.

Redaktur : Sadly Rachman
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar