Rabu, 04 April 2012, 03:30 WIB

Mentan: Konsumsi Beras Indonesia Terlalu Banyak

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Hafidz Muftisany
Antara
Beras, ilustrasi
Beras, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Kementerian Pertanian Republik Indonesia mendukung penuh program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dengan mencanangkan program 'One Day No Rice', Sehari Tanpa Nasi. Sebab melalui program ini masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras sebagai makanan pokok. Dan mulai mengganti makanan pokonya dengan bahan dari jenis umbi-umbian.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan konsumsi pangan pokok beras per kapita di Asia Tenggara dapat dikatakan masih tinggi. Saat ini konsumsi beras di Indonesia 316 gram per kapita per hari, padahal cukup dengan 275 gram per kapita per hari. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian hanya 40 gram per kapita per hari, dari jumlah ideal 100 gram per kapita per hari.

"Banyak yang kelebihan berat badan di masyarakat kita, dan Indonesia peringkat empat dunia dalam diabetes," kata Suswono, saat memberi sambutan pada Program One Day No Rice, di Gedung Pemerintah Kota Depok, Selasa (3/4) kemarin,

Suswono melanjutkan, walau Indonesia tak terlalu jauh dengan Vietnam, akan tetapi masyarakat Indonesia terlalu banyak mengonsumsi beras. Sementara konsumsi umbi-umbian kecil, sedangkan untuk terigu malah meningkat.

"Seakan kalau belum ada nasi belum makan, hingga kebutuhan beras kita mencapai 2,7-2,8 juta ton per bulan," terangnya.

Padahal, tambah Suswono, Thailand hanya mampu menghasilkan 20 juta ton beras per tahun, akan tetapi mampu mengekspor. Sementara Indonesia menghasilkan 37 juta ton per tahun. Akan tetapi untuk memenuhi 247 juta lebih penduduk.

"Penduduk Indonesia tiga kali lebih banyak penduduk Thailand, kita hanya surplus 3-4 juta ton, dan akan ditargetkan menjadi 10 juta ton di 2014," tuntas Suswono.

loading...