Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mentan: Konsumsi Beras Indonesia Terlalu Banyak

Rabu, 04 April 2012, 03:30 WIB
Komentar : 1
Antara
Beras, ilustrasi
Beras, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Kementerian Pertanian Republik Indonesia mendukung penuh program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dengan mencanangkan program 'One Day No Rice', Sehari Tanpa Nasi. Sebab melalui program ini masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras sebagai makanan pokok. Dan mulai mengganti makanan pokonya dengan bahan dari jenis umbi-umbian.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan konsumsi pangan pokok beras per kapita di Asia Tenggara dapat dikatakan masih tinggi. Saat ini konsumsi beras di Indonesia 316 gram per kapita per hari, padahal cukup dengan 275 gram per kapita per hari. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian hanya 40 gram per kapita per hari, dari jumlah ideal 100 gram per kapita per hari.

"Banyak yang kelebihan berat badan di masyarakat kita, dan Indonesia peringkat empat dunia dalam diabetes," kata Suswono, saat memberi sambutan pada Program One Day No Rice, di Gedung Pemerintah Kota Depok, Selasa (3/4) kemarin,

Suswono melanjutkan, walau Indonesia tak terlalu jauh dengan Vietnam, akan tetapi masyarakat Indonesia terlalu banyak mengonsumsi beras. Sementara konsumsi umbi-umbian kecil, sedangkan untuk terigu malah meningkat.

"Seakan kalau belum ada nasi belum makan, hingga kebutuhan beras kita mencapai 2,7-2,8 juta ton per bulan," terangnya.

Padahal, tambah Suswono, Thailand hanya mampu menghasilkan 20 juta ton beras per tahun, akan tetapi mampu mengekspor. Sementara Indonesia menghasilkan 37 juta ton per tahun. Akan tetapi untuk memenuhi 247 juta lebih penduduk.

"Penduduk Indonesia tiga kali lebih banyak penduduk Thailand, kita hanya surplus 3-4 juta ton, dan akan ditargetkan menjadi 10 juta ton di 2014," tuntas Suswono.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...