Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Badai Cina Selatan Ikut Ganggu Cuaca Indonesia

Minggu, 01 April 2012, 12:29 WIB
Komentar : 0
Badai (ilustrasi)
Badai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Badai "TS Phakar" yang terbentuk di kawasan sekitar Laut Cina Selatan, tepatnya di atas Pulau Kalimantan bagian Utara, juga mempengaruhi cuaca di Indonesia. Badai itu diperkirakan "merusak" berbagai prediksi cuaca sebagian wilayah, termasuk Provinsi Riau.

"Ini adalah salah satu dampak dari badai tersebut," kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Ardhitama di Pekanbaru, Ahad (1/4)

Dikatakannya, "TS Phakar" merupakan badai yang tidak hanya mampu "merusak" prakiraaan cuaca, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk lainnya, seperti angin kencang dan hujan dengan durasi hingga di atas normal.

"Pada prakiraan cuaca seperti yang dirilis BMKG Pekanbaru sebelumnya, memperlihatkan hasil monitoring citra satelit awan, analisa `streamline` dan kondisi fisis serta dinamis udara pada umumnya menunjukkan cuaca di wilayah Provinsi Riau cerah hingga berawan," jelasnya.

Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, menurutnya, diperkirakan hanya terjadi pada sore atau malam hingga dini hari, khususnya di wilayah Riau bagian Tengah dan Selatan.

"Sementara di wilayah Riau bagian Utara dan Timur, peluang hujan terjadi pada siang atau sore hari," tuturnya.

Namun, lanjutnya, akibat adanya gangguan badai di Laut Cina Selatan itu, menyebabkan hujan menjadi tak teratur, dan kalau pun turun diprediksi akan jauh lebih besar dan panjang durasinya.

Seperti diprediksi para anlis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru sebelumnya, melihat dari besaran bentukan badai di Laut Cina Selatan, tepatnya atas Pulau Kalimantan, seluruh wilayah di Tanah Air berpotensi akan terkena imbas badai `TS Phakar`. "Termasuk seluruh wilayah atau provinsi di Sumatra, juga Riau," katanya.

Dari monitor BMKG dan prediksi hasil analisa yang dilakukan, demikian Ardhitama, dampak badai ekstrem Laut Cina Selatan ini akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

"Kalau tidak salah, baru akan hilang atau mati pada tanggal 2 April 2012 sekitar pukul 07.00 WIB," ujarnya.

Ia mengatakan wilayah Indonesia yang pertama terkena dampak badai ini, ialah, Kalimantan, terus berlanjut ke Sumatra termasuk Riau.

Bahkan, menurutnya, di Provinsi Riau gangguan badai Laut Cina Selatan tersebut diprediksi mulai terjadi sejak sore hari lalu (31/3). "Yakni, ketika hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Riau," kata Ardhitama lagi.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...