Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keputusan Sidang Paripurna DPR Rancu

Sabtu, 31 Maret 2012, 02:24 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Ketua DPR, Marzuki Alie (kedua kiri), bersama Wakil Ketua DPR (dari kiri-kanan) Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, serta Taufik Kurniawan memimpin rapat paripurna membahas kebijakan kenaikan harga BBM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3) din
Ketua DPR, Marzuki Alie (kedua kiri), bersama Wakil Ketua DPR (dari kiri-kanan) Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, serta Taufik Kurniawan memimpin rapat paripurna membahas kebijakan kenaikan harga BBM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3) din

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Paripurna DPR RI, Sabtu dini hari, sepakat menunda rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2012. Namun, keputusan itu terbilang rancu karena isi Pasal 7 Ayat 6a UU APBN 2012 bertentangan dengan ayat sebelumnya (Pasal 7 Ayat 6).

Sidang paripurna menyetujui adanya penambahan Ayat 6a yang menyatakan bahwa pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM jika harga rata-rata minyak mentah di Indonesia (ICP) naik atau turun hingga lebih dari 15 persen dalam waktu enam bulan. Keputusan tersebut bertentang dengan Pasal 7 Ayat 6 yang isinya menyebutkan bahwa harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan penambahan ayat ini berpotensi untuk digugat di Mahkamah Konstitusi (MK). ''Karena, penambahan ayat ini bertentangan dengan Pasal 7 Ayat 6 UU APBN 2012 yang mengikat pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi,'' kata Ahmad.

Keberadaan Pasal 7 Ayat 6a ini pun dianggap memungkinkan pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi berdasarkan harga pasar. Padahal, substansi ini sudah ditolak oleh MK ketika uji materi pasal 28 ayat UU 22/2001 tentang migas yang mengatakan harga BBM berdasarkan harga pasar yang wajar.  

‘’Artinya kalau merujuk ke harga ICP, itu bertentangan UUD,’’ ujar Erik Satrya Wardhana dari fraksi Hanura.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Didi Purwadi
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Devi Senin, 2 April 2012, 12:17
Semoga pemerintah lebih bijak dalam mengambil keputusan nantinya. Kasihan rakyat . .
  ardi Sabtu, 31 Maret 2012, 16:48
tolong pikir pikir dlu ap dampak dari kenaikan BBM terutama rakyat kecil,,,, tmz
  abdul basir Sabtu, 31 Maret 2012, 14:57
apapun dalih mereka (anggota dewan) hanya untuk kepentingan partai saja. mereka pintar sekali main akting pura-pura bilang pro rakyat, tapi nyatanya bicara masalah rakyat malah ribut sendiri. opo itu....ayat yg dijadikan alasan...rakyat mana tau .....mereka memang pinter hahahaha......
  sebuai marley Sabtu, 31 Maret 2012, 14:04
wakil rakyat yg trhormat,jngan lah permainkn uu,krn rakyat tdak butuh hal yg rancu pd ahir ny rakyat tetap susah,DPR harus mmberikan kontribusi tegas dan positif.
  indrazulenk Sabtu, 31 Maret 2012, 13:25
aduh kaya anak kecil z,d ruang sidang ricuh,apa nggak ngerti tata tertib rapat.