Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penundaan Kenaikan BBM Diputus lewat Voting

Sabtu, 31 Maret 2012, 01:26 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Anggota DPR RI mengikuti rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atas pertangggungjawaban APBN 2010, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (23/8).
Anggota DPR RI mengikuti rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atas pertangggungjawaban APBN 2010, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (23/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Paripurna DPR RI, Sabtu dini hari, sepakat menunda rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Keputusan itu merupakan hasil pemungutan suara Rapat Paripurna DPR RI tentang tentang RUU APBN Perubahan 2012.

Dengan keputusan tersebut, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak jadi naik. Namun, DPR tetap membuka kemungkinan bagi pemerintah melakukan penyesuaian jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia naik atau turun lebih 15 persen dalam waktu enam bulan.

Para anggota DPR melakukan pemungutan suara untuk dua pilihan. Pilihan pertama adalah tetap pada substansi pasal 7 ayat 6 RUU APBN Perubahan 2012 yang tidak memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Pilihan kedua adalah menambahkan Ayat 6a yang menyatakan bahwa pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM jika harga rata-rata minyak mentah di Indonesia (ICP) naik atau turun hingga lebih dari 15 persen dalam waktu enam bulan.

Mayoritas anggota DPR, yaitu 356 orang, memilih opsi kedua. Sedangkan, sebanyak 82 sisanya memilih opsi pertama. Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Hanura memutuskan untuk meninggalkan rapat (walk out) ketika hendak dilakukan pemungutan suara.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  irlan angge Rabu, 4 April 2012, 08:09
kalo buat gue,, harga BBM sih pantas di naikkan. karna itu salah satu upaya supaya masyarakat bisa lebih hemat memakai BBM...
  Tony Minggu, 1 April 2012, 12:49
Apabila selama 6 bulan kedepan harga rata-rata minyak mentah tidak ada penurunan apakah akan ada kenaikan harga...?
  indra Sabtu, 31 Maret 2012, 19:38
kalo gue si ya sebaikya harga bbm itu tidak dinaikan kasin masyarakat yang tidak mampu lebih baik tidak ada kenaikan bbm 2012 sampai 2019
  yogy Sabtu, 31 Maret 2012, 12:53
ternyata keputusan rapat kenaikan harga bbm ditunda sampai 6 bulan. dan saya sangat salut sama pks dan gerindra, mereka memperjuangkan nasib rakyat indonesia dan mereka bener-bener pro rakyat. yg is the best
  jhon Sabtu, 31 Maret 2012, 11:34
pemerintah harus mempertimbangkan keadaan ekonomi masyarakat lou menaikkan harga BBM,, jangan asal2 saja.