Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Massa Mahasiswa Bertahan di Perempatan Slipi

Jumat, 30 Maret 2012, 20:46 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).
Mahasiswa dan buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa Mahasiswa bertahan di perempatan Jalan S. Parman atau Slipi, Jakarta Barat, Jumat (30/3) malam ini. Aparat memukul mundur massa demonstran penolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut dari depan gedung DPR.

Hingga berita diturunkan, jarak antara mahasiswa dengan petugas kepolisian sekitar dua meter. Mahasiswa terus menyanyikan lagu Indonesia Raya. Anggota kepolisian masih berjaga-jaga di Jalan Gatot Subroto dan tol dalam kota baik ke arah Semanggi maupun Slipi.

Pembubaran massa itu dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Brigjen Suardi Halius. Petugas polisi terus merangsek maju untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR RI. Sedangkan, massa kocar-kacir menuju arah Slipi dan Grogol.

Bunyi tembakan gas air mata terus membahana dan terdengar dari komplek Gedung DPR RI. Aksi unjuk rasa telah berlangsung sejak Jumat pagi. Pengunjuk rasa berasal dari sejumlah elemen mahasiswa dan buruh.

Mereka semula hendak bertahan di depan Gedung DPR RI untuk mendengarkan hasil rapat paripurna soal kenaikan harga BBM. Bahkan, massa merobohkan tembok gerbang utama DPR RI. Pagarnya dibuang ke badan jalan tol. Jumlahnya tujuh teralis yang disimpan di barat dan timur depan Gedung DPR.

Hingga saat ini, tol dalam kota di depan gedung wakil rakyat itu lumpuh total.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...