Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ratusan Buruh Demo Padati Bundaran HI

Friday, 30 March 2012, 12:00 WIB
Komentar : 0
Antara/Andika Wahyu
Buruh melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka saat berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. (ilustrasi)
Buruh melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka saat berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin (LEM) melakukan demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (30/3), menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan poster, serta melakukan orasi penolakan harga BBM yang dinilai mereka menyengsarakan rakyat, khususnya kaum buruh. Dalam aksinya, mereka membawa jerigen kosong sebagai simbol penolakan penaikan harga BBM. Koordinator aksi Federasi Serikat Pekerja LEM, Hery Hermawan, menyatakan menolak keras rencana kenaikan harga BBM.

"Kita akan kawal Sidang Paripurna DPR untuk memastikan rapat paripurna yang terjadi tidak ada 'kongkalikong'," katanya, Jumat (30/3).  Ia mengatakan, jika kenaikan BBM betul-betul terjadi di Indoinesia, maka akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan, terutama buruh yang memakai 40 persen gajinya untuk biaya jasa transportasi.

Setelah puas melakukan aksi unjuk rasa selama sejam, mereka melakukan long march menuju ke DPR untuk melanjutkan aksinya mengawal Sidang Paripurna yang membahas rencana kenaikan BBM.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
DPD RI Dukung KPK Hadir di Daerah
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan ekspansi ke daerah. Akan hal itu, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyetujui rencana...