Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ratusan Buruh Demo Padati Bundaran HI

Jumat, 30 Maret 2012, 12:00 WIB
Komentar : -1
Antara/Andika Wahyu
Buruh melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka saat berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. (ilustrasi)
Buruh melakukan long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka saat berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin (LEM) melakukan demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (30/3), menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan poster, serta melakukan orasi penolakan harga BBM yang dinilai mereka menyengsarakan rakyat, khususnya kaum buruh. Dalam aksinya, mereka membawa jerigen kosong sebagai simbol penolakan penaikan harga BBM. Koordinator aksi Federasi Serikat Pekerja LEM, Hery Hermawan, menyatakan menolak keras rencana kenaikan harga BBM.

"Kita akan kawal Sidang Paripurna DPR untuk memastikan rapat paripurna yang terjadi tidak ada 'kongkalikong'," katanya, Jumat (30/3).  Ia mengatakan, jika kenaikan BBM betul-betul terjadi di Indoinesia, maka akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan, terutama buruh yang memakai 40 persen gajinya untuk biaya jasa transportasi.

Setelah puas melakukan aksi unjuk rasa selama sejam, mereka melakukan long march menuju ke DPR untuk melanjutkan aksinya mengawal Sidang Paripurna yang membahas rencana kenaikan BBM.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....