Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jelang Kenaikan BBM, Boediono Nge-Tweet

Kamis, 29 Maret 2012, 15:21 WIB
Komentar : 0
Wakil Presiden RI Boediono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Wakil Presiden Boediono terus menyosialisasikan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, termasuk yang terakhir melalui akun Twitter-nya: @boediono. Hal tersebut sekaligus membantah tuduhan PDIP yang menyatakan dirinya hanya diam saja selama SBY berada di luar negeri.
 
"Selamat siang, Indonesia. Pemerintah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi kemungkinan shock inflasi. Silakan ikuti info http://bit.ly/GZpKpQ #bbm" bunyi twit pertama Boediono sekitar satu jam lalu.
 
Lebih lanjut, Boediono mengatakan, untuk memahami usulan kenaikan #bbm yg jadi opsi sulit ini, mohon klik http://sosialisasi-bbm.wapresri.go.id. "Silahkan baca dan pahami http://sosialisasi-bbm.wapresri.go.id. Bebas disebarkan, diperbanyak dan kalau perlu dicetak ulang," katanya.
 
Ia pun memohon pengertian masyarakat terkait kenaikan harga BBM ini. "Dalam http://sosialisasi-bbm.wapresri.go.id, pemerintah berharap subsidi dinikmati oleh mereka yg berhak. Semoga usulan kenaikan #bbm ini bisa dimaklumi," ujarnya.
 
Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM ini juga percaya para pemuda Indonesia tidak lagi memakai BBM bersubsidi. "Saya yakin kaum muda Indonesia di twitter sudah pakai bbm non-subsidi. Klik http://sosialisasi-bbm.wapresri.go.id tapi maaf, tak bisa lewat hp. Salam," kata Boediono dalam twit terakhirnya.
 

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Dewi Mardiani
2.415 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda