Saturday, 4 Zulqaidah 1435 / 30 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wamenhan Puas Atas Perkembangan Roket

Wednesday, 28 March 2012, 23:18 WIB
Komentar : 0
Antara
Wamenhan, Sjafrie Sjamsuddin saat uji coba Roket R-Han 122 di Baturaja, Sumatra Selatan
Wamenhan, Sjafrie Sjamsuddin saat uji coba Roket R-Han 122 di Baturaja, Sumatra Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Indonesia telah memproduksi Roket R-Han 122 sebagai produksi dalam negeri. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin menyatakan kepuasannya upaya kemandirian roket nasional ini. Menurut Sjafrie, usai uji coba Roket R-Han 122 di Puslatpur TNI AD di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Rabu (28/3), pengembangan kemandirian roket Indonesia ini diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Ia berharap pengembangan roket itu juga bisa mencapai jarak semula dua digit menjadi tiga digit. "Berdasarkan hasil ini, maka kemandirian roket pada tahun 2014 harus tercapai."

Budi Teguh Rahardjo, Deputi Menristek Bidang Produktivitas dan Relevansi Riset Iptek menyatakan keyakinannya 90 persen industri roket di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan masuk dalam ranah industri, serta mampu memasok alat utama sistem pertahanan (alusista) dalam jumlah yang besar.

Guna menuju kemandirian dalam pengadaan alutsista, sejak tahun 2007 lalu, Kementerian Riset dan Teknologi dalam konsorsium bersama komunitas iptek serta industri strategis, melakukan pengembangan roket yang kali ini kembali diujicobakan.

Uji coba 50 buah roket ini merupakan hasil pengembangan yang terbaru dan diberi nama Roket R-Han 122. Konsorsium pengembangan roket ini mendayagunakan para pihak (stakeholders), dengan masing-masing pihak memiliki peranan strategis, di antaranya PT Pindad yang mengembangkan peluncurannya (launching), GAZ menangani 'firing system', sedangkan PT Dahana berperan dalam menyediakan propellant, dan PT KS mengembangkan material tabung maupun struktur roket.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar