Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Massa simpatisan Partai Demnokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Aksi teatrikal diperagakan pengunjuk rasa dari simpatisan Partai Demnokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Massa simpatisan Partai Demnokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Aksi teatrikal diperagakan pengunjuk rasa dari simpatisan Partai Demnokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Massa simpatisan Partai Demnokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Oposisi Menolak Kenaikan BBM

Selasa, 27 Maret 2012, 15:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Massa simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (26/3).

Menyusul gelombang aksi serupa, unjuk rasa tersebut merupakan yang pertama dilakukan kalangan partai politik, khususnya pihak oposisi.

Redaktur : Sadly Rachman
1.153 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda