Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Demo BBM Bentrok, Satu Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Tuesday, 27 March 2012, 13:55 WIB
Komentar : 1
antara
Demo Kenaikan BBM (ilustrasi)
Demo Kenaikan BBM (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALU - Seorang mahasiswa dari Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (27/3), dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di kaki saat bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Wartawan ANTARA di Palu melaporkan korban bernama Kaleb Muller (22) itu mengalami luka pada kedua kakinya hingga sepatu yang ia pakai pun rusak.

"Saya sedang tunggu teman, karena saya pikir unjuk rasa sudah hampir selesai. Eh, kenapa kacau, lalu polisi menembak gas air mata yang tepat 'meledak' di kaki saya," kata Kaleb.

Kini, korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. Untuk mengobati luka di kaki korban, petugas medis terpaksa menggunting celana panjang yang dipakai korban.

Petugas medis di rumah sakit itu mengatakan di kaki korban terdapat benda yang tidak diketahui jenisnya. Benda tersebut sudah dilepas, namun sudah diambil petugas kepolisian untuk dijadikan barang bukti.

Sementara itu, Kaleb mengatakan, benda tersebut kemungkinan serpihan gas air mata yang 'meledak' di kakinya. Bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian terjadi di Jalan Sam Ratulangi Palu, di depan gedung DPRD, saat mahasiswa sudah beranjak pulang.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar