Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dokter Muhammadiyah Harus Berpegang pada Alquran dan Sunah

Senin, 26 Maret 2012, 10:53 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG --  Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar memadukan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajarannya. Metode ini diharapkan akan melahirkan dokter-dokter profesional yang memiliki Akidah Islam yang mantap dan akhlakul kharimah.

''Sehingga dalam melayani setiap pasien senantiasa merujuk pada Alquran dan Sunnah Rasulullah,'' ujar Mahmud Ghaznawie, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Makassar pada lokakarya pengembangan Al Islam dan Kemuhamadiyahan dalam proses pembelajaran, Fakultas Kedokteran yang diadakan Universitas Muhammadiyah Malang, bertempat di Hotel UMM Inn Malang, Ahad (25/03).

Mahmud Ghaznawi menuturkan, lulusan Fakultas Kedokteran yang dicetak Universitas Muhammadiyah harus memiliki perbedaan dengan lulusan fakultas kedokteran perguruan tinggi lainnya, terutama dalam hal kualitas pelayanan dimana seorang dokter Muhammadiyaha harus memiliki kemampuan pada bidang Fikih Sunnah yang lebih dalam.

“Dengan pelayanan yang menggunakan pendekatan spritual, maka pasien akan lebih nyaman serta termotivasi untuk segera sembuh, dan lebih dapat mensyukuri nikmat kesehatan tersebut,” ungkapnya. 

Acara lokakarya yang dihadiri 200-an peserta utusan dari Fakultas Kedokteran Univ Muhammadiyah se-Indonesia itu ditutup oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Muhajir Effendy.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : muhammadiyah.or.id
1.592 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda