Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kenaikan BBM Untungkan Pemerintahan Pasca-SBY

Minggu, 25 Maret 2012, 15:33 WIB
Komentar : 1
Republika/ Tahta Aidilla
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berbicara saat memberikan pembekalan kader di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, Ahad (18/3)malam. Pertemuan ini membicarakan persoalan bangsa, termasuk rencana kenaikan BBM.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berbicara saat memberikan pembekalan kader di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, Ahad (18/3)malam. Pertemuan ini membicarakan persoalan bangsa, termasuk rencana kenaikan BBM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga BBM dinilai bisa menyehatkan anggaran negara. Ketua Biro Perimbangan Keuangan Daerah DPP Partai Demokrat, Muhammad Husni Thamrin, mengungkapkan ketika harga BBM dinaikan, Indonesia bisa menghemat Rp 109,8 triliun dari anggaran.

Thamrin menuturkan, langkah pahit yang diambil oleh pemerintahan SBY saat ini menurutnya justru dirasa menguntungkan pemerintahan pasca-SBY. Adanya kenaikan BBM, menurut dia akan membantu pemerintahan agar tidak terbebani dengan pemberian subsidi terus menurun. "Langkah pahit tapi keuntungannya diperoleh dari pemerintah berikutnya," ujar Thamrin, Ahad (25/3).

Menurutnya, jika harga BBM tidak dinaikkan di tengah naiknya harga minyak dunia, Indonesia bisa mengalami defisit anggaran hingga Rp 299 T atau sekitar 3,5 persen. "Bukan hanya mengurangi subsidi, tapi membantu anggaran lebih sehat," ujarnya.

Ia menekankan, kenaikan BBM justru didorong oleh keberpihakan pada rakyat kecil. Selama ini ia melihat subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Subsidi yang dicabut ini, menurut dia bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. "Kenaikan harga BBM juga mencegah terjadinya penyelundupan premium dan solar," ungkapnya.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Dewi Mardiani
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...