Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Aditya Pradana Putra)

  • Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Seorang pengunjuk rasa menyindir pemerintah dengan menerbangkan pesawat kertas saat sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Kericuhan terjadi saat sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Buruh Ancam Mogok Nasional

Rabu, 21 Maret 2012, 17:12 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekitar 10.000 pengunjuk rasa dari melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/3).

Jika pemerintah bersikeras menaikkan harga BBM, kalangan buruh mengancam akan mogok massal nasional dan memblokade sejumlah objek vital negara, seperti pelabuhan laut, bandara, serta jalan tol.

Redaktur : Sadly Rachman
1.413 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda