Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Saat di Makkah, Djuli Elfano Menangis di Depan Kabah

Sunday, 18 March 2012, 18:22 WIB
Komentar : 1
Republika.co.id/Didi Purwadi
Makam Djuli Elfano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.
Makam Djuli Elfano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenazah Djuli Elfano (47), wartawan senior TVRI yang meninggal ditembak pencuri sepeda motor, sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Ahad (18/3) siang tadi. Almarhum Djuli Elfano dan Republika tiga pekan lalu ikut delegasi parlemen Indonesia dalam rangka meliput acara Pertemuan Konsultasi Kepala Parlemen G20 ke-3 di Arab Saudi.

Banyak kenangan tentang sosok Djuli Elfano. Salah satunya ketika kami melakukan umroh beberapa jam jelang kepulangan ke Tanah Air.

Bang Djuli, panggilan Republika kepada Djuli Elfano, sangat berhasrat ingin berdoa di Multazam. Tempat antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah di mana doa seseorang dikabulkan.

Bang Djuli berhasil memeluk dinding Kabah. Republika, yang tepat berada di belakangnya dan hanya bisa memegang dinding Kabah, melihat jelas Bang Djuli menangis di depan Kabah. Pipi kanan, kedua telapak tangan, dada dan badannya seakan rekat memeluk Kabah.

Arus manusia membuat Republika terpental menjauh dari titik pusaran. Republika dari kejauhan masih melihat Bang Djuli memeluk kabah sambil menangis. Tak lama berselang, kami berdua bertemu kembali dan Republika masih melihat jelas air mata yang membasahi wajah Bang Djuli.

‘’Aku berdoa semoga anakku lolos UMPTN. Aku ingin anakku masuk ITB,’’ ujar Djuli kepada Republika.

Reporter : Didi Purwadi
Redaktur : Didi Purwadi
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...