Sunday, 18 March 2012, 18:22 WIB

Saat di Makkah, Djuli Elfano Menangis di Depan Kabah

Rep: Didi Purwadi/ Red: Didi Purwadi
Republika.co.id/Didi Purwadi
Makam Djuli Elfano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.
Makam Djuli Elfano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenazah Djuli Elfano (47), wartawan senior TVRI yang meninggal ditembak pencuri sepeda motor, sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Ahad (18/3) siang tadi. Almarhum Djuli Elfano dan Republika tiga pekan lalu ikut delegasi parlemen Indonesia dalam rangka meliput acara Pertemuan Konsultasi Kepala Parlemen G20 ke-3 di Arab Saudi.

Banyak kenangan tentang sosok Djuli Elfano. Salah satunya ketika kami melakukan umroh beberapa jam jelang kepulangan ke Tanah Air.

Bang Djuli, panggilan Republika kepada Djuli Elfano, sangat berhasrat ingin berdoa di Multazam. Tempat antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah di mana doa seseorang dikabulkan.

Bang Djuli berhasil memeluk dinding Kabah. Republika, yang tepat berada di belakangnya dan hanya bisa memegang dinding Kabah, melihat jelas Bang Djuli menangis di depan Kabah. Pipi kanan, kedua telapak tangan, dada dan badannya seakan rekat memeluk Kabah.

Arus manusia membuat Republika terpental menjauh dari titik pusaran. Republika dari kejauhan masih melihat Bang Djuli memeluk kabah sambil menangis. Tak lama berselang, kami berdua bertemu kembali dan Republika masih melihat jelas air mata yang membasahi wajah Bang Djuli.

‘’Aku berdoa semoga anakku lolos UMPTN. Aku ingin anakku masuk ITB,’’ ujar Djuli kepada Republika.

loading...