Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan: Pengusaha tak Nasionalis, Biang Kerok Kenaikan Harga Produk

Kamis, 15 Maret 2012, 19:55 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S. Jusuf
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa barang dan jasa mulai meroket harganya, belakangan ini. Padahal, harga BBM belum dinaikkan. Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan,  menuding pengusaha-pengusaha yang tidak memiliki nasionalisme dan hanya mengejar keuntungan semata adalah biang kerok dari kenaikan harga-harga tersebut.

Menurut Dahlan, mereka berlindung dan memanfaatkan situasi dari kebijakan pemerintah menaikan harga BBM untuk keuntungan semata tanpa memikirkan dampaknya untuk rakyat. “Para pengusaha ini bermain dengan memanfaatkan momentum kenaikan BBM ini untuk mendapatkan keuntungan semata. Mereka menyalip di tikungan, mengambil kesempatan dalam kesempitan,” ujar Dahlan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/3).

Dirinya pun mencontohkan bagaimana harga beras bisa ikutan naik ketika harga BBM naik, padahal BBM bukanlah komponen utama untuk memproduksi beras. Komponen BBM hanya digunakan untuk beras dalam proses distribusi. Pengusaha seperti ini, menurut Dahlan, bahkan sudah berani mengambil keuntungan dari ribut-ribut kenaikan BBM meski BBM belum diputuskan naik.

“Naiknya saja belum diputuskan, tapi pengusaha-pengusaha yang mengejar keuntungan seperti ini sudah menaikan harga. Saya sebut pengusaha yang seperti itu adalah pengusaha cengeng. Tapi, pengusaha yang baugs dan serius, harus dipuji,” jelasnya.

Pemerintah sendiri, lanjutnya, tidak bisa menindak hal ini karena tidak ada pasal perilaku pengusaha yang seperti ini bisa ditindak, meski buktinya menyengsarakan rakyat. Dirinya pun menegaskan bahwa seluruh BUMN tidak boleh menaikan harga barang dan jasa mereka hanya karena BBM naik. Dia akan menindak tegas BUMN-BUMN yang menaikan harga dengan alasan kenaikan harga BBM, terutama PLN.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sugiman, SE Sabtu, 24 Maret 2012, 20:19
Harga ticket kereta api Gumarang Jkt ke Sby kelas bisnis mulai akhir th 2011 kok naik, sebelumnya 185.000,- menjadi 220.000,- saat itu saya tanya lho kok niak mbak? dijawab ya pak karena liburan. sampai saat ini harga tsb kok tidak turun, tetap 220.000,- gimana itu pak?
  maramis Rabu, 21 Maret 2012, 15:28
Salam Sejagtera
Benar sekali banyak pengusaha yg tidak nasionalis.
Kalau pengusaha itu jujur, jangan menaikkan barang sebelum minyak naik. Nyatanya saya temukan di daerah saya, barang-barang naik lebih dahulu mendahului minyak yang naik.
Wassalam
  andy Rabu, 21 Maret 2012, 14:06
hidup pak presiden dahlan iskan !!!
  supi Rabu, 21 Maret 2012, 13:27
hei..pengen ketemu pak ishak dahlan gimana caranya ya..mau ucapin slmt
  Joewi Selasa, 20 Maret 2012, 16:51
Tidak kenal nama dan riwayatnya tapi mudah mudahan yang Pak mentri inginkan benar benar di jalani demi rakyat, jangan cuma omong doang, tapi biasanya mentri yang bagus dan jujur tidak bakal lama memegang jabatanya