Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Belum Pulih, John Kei Minta Kembali Dirawat

Selasa, 13 Maret 2012, 05:30 WIB
Komentar : 0
antara
John Kei Dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Tim pengacara John Refra Kei alias John Kei meminta penyidik kepolisian mengembalikan tersangka pembunuhan tersebut menjalani perawatan di rumah sakit, karena kondisi kesehatannya menurun. "Kondisi kesehatannya dari awal sampai sekarang masih sakit," kata salah satu pengacara John Kei, Tito Kei di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).

Tito mengatakan, penyidik memaksa membawa dan menahan John Kei, padahal kesehatan kakaknya tersebut belum pulih pasca menjalani operasi pengambilan proyektil peluru pada betis kaki kanan.

Ia menuturkan penyidik belum menginformasikan kepada pihak pengacara berkaitan rencana agenda pemeriksaan lanjutan terhadap John Kei.

Pengacara John Kei lainnya, Indra Sahnun Lubis menyatakan kondisi John Kei semakin parah, karena tidak kontrol terhadap luka bekas operasinya.

Indra meminta penyidik mengabulkan permintaan tim kuasa hukum, agar John Kei menjalani perawatan di rumah sakit. "Kita minta Kapolda untuk mengembalikan ke rumah sakit, nanti pemeriksaan (penyelidikan) tidak berkualitas," ujar Indra.

Indra menyebutkan John Kei menderita diabetes, sehingga lukanya membengkak dan semakin parah.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto menyatakan tim dokter RS Polri akan memeriksa kondisi John Kei secara rutin, karena khawatir kesehatannya menurun selama menjalani penahanan.

John Kei menjalani penahanan perdana penahanan perdana di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (9/3).

Sejak Jumat (17/2) hingga tiga pekan, John Kei menjalani perawatan usai operasi pengambilan proyektil peluru dan kadar gula darahnya yang tidak stabil.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan terhadap mantan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung terjadi di Kamar 2701 Swissbell Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (26/1).

Penyidik menduga pembunuhan melibatkan kelompok John Kei dengan motif meminta janji imbalan sebesar Rp 600 juta, setelah mendapatkan proyek. Polisi telah menetapkan enam tersangka pembunuhan Ayung, termasuk John Kei dan kelompoknya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
1.188 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...