Jumat, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Belasan Ribu Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Bantuan

Minggu, 11 Maret 2012, 19:11 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Belasan ribu anak berkebutuhan khusus mendapatkan bantuan biaya pendidikan Rp 750 ribu per orang. Para penerima bantuan sebanyak 16.500 siswa di Jawa Barat (Jabar). Penerimanya mayoritas siswa sekolah luar biasa (SLB) dan selebihnya pelajar di sekolah inklusi.

"Jumlah penerima dan nilai bantuan terus meningkat setiap tahun," kata Kepala Seksi Bina Promosi dan Kompetensi Siswa Dinas Pendidikan Nasional Jawa Barat, Lia Embasari, Ahad (11/3). Penerima bantuan tahun ini, sebut dia, dua kali lipat penerima pada tahun sebelumnya. Bantuan langsung diserahkan pada siswa penerima.

Tahun ini, bantuan diberikan pada 15.700 siswa SLB, dan 800 pelajar di sekolah inklusi. "Tahun lalu, diberikan pada 8.000 siswa, dengan bantuan Rp 720 ribu," ujar Lia.

Pemberian bantuan untuk anak berkebutuhan khusus ini, kata Lia, disinergikan dengan program dari Pemerintah Pusat. Penggunaan bantuan adalah untuk biaya pendidikan, seragam, dan transportasi. "Ada sepuluh poin dalam bantuan," ujar dia.

Lia menambahkan, program Rumah Pintar yang sudah berjalan beberapa waktu, belum ada untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Rumah Pintar, kata dia, memang untuk menampung anak-anak terlantar yang tak punya biaya sekolah. "Harapannya, juga ada Rumah Pintar untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Semoga program-program CSR diarahkan ke sana," ujar dia.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...