Sabtu, 10 Maret 2012, 07:29 WIB

Aksi Demo Mahasiswa Tolak BBM Diboncengi Elite Politik?

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Endah Hapsari
Antara/Andrie Indrayadi
Unjuk rasa menolak kenaikan BBM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Unjuk rasa menolak kenaikan BBM di Jakarta beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Menyusul aksi penolakan kenaikan BBM, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organ Mahasiswa se-Jabodetabek bakal menggelar aksi turun ke jalan. Namun, terbetik kabar bahwa aksi itu sendiri diboncengi oleh elite politik.

Koordinator BEM se-Jabodetabek Rahmat Sholeh mengatakan, para mahasiswa akan melakukan aksi sendiri menyikapi kebijakan pemerintah yang terkesan pro asing itu. Dijelaskannya, memang ada gerakan aksi pada 12 Maret mendatang. Mereka terdiri atas Aliansi BEM dan Organ Mahasiswa Jabodetabek, BEM Nusantara Jabodetabek, BEM se-Bekasi, BEM Batavia Raya, dan Gemanusa. Ada juga dari Perhimpunan Mahasiswa Jakarta, BEM Univiversitas Bhayangkara Jakarta Raya, BEM Univiversitas Trisakti, Hijau Muda Nusantara, dan Aliansi mahasiswa Menggugat.

Namun, Rahmat menyatakan, pihaknya tidak bakal bergabung dalam aksi itu. BEM se-Jabodetabek tidak ikut terlibat dalam aksi itu lantaran telah dimanfaatkan oleh elit politik tertentu dengan tujuan politik praktis. "Partai oposisi yang sering memainkan isu itu untuk menggerakkan mahasiswa menolak kenaikan BBM," katanya.

Rahmat lebih memilih cara menyuarakan penolakan terhadap penguasaan asing yang berlebih terhadap kekayaan migas. Atas dasar itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera menasionalisasi aset-aset asing yang menguasai migas nasional untuk kepentingan rakyat Indonesia. "Cara ini lebih rasional sebab sudah diterapkan di beberapa negara di Amerika Latin," jelasnya

TAG