Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Aksi Demo Mahasiswa Tolak BBM Diboncengi Elite Politik?

Sabtu, 10 Maret 2012, 07:29 WIB
Komentar : 0
Antara/Andrie Indrayadi
Unjuk rasa menolak kenaikan BBM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Unjuk rasa menolak kenaikan BBM di Jakarta beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Menyusul aksi penolakan kenaikan BBM, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organ Mahasiswa se-Jabodetabek bakal menggelar aksi turun ke jalan. Namun, terbetik kabar bahwa aksi itu sendiri diboncengi oleh elite politik.

Koordinator BEM se-Jabodetabek Rahmat Sholeh mengatakan, para mahasiswa akan melakukan aksi sendiri menyikapi kebijakan pemerintah yang terkesan pro asing itu. Dijelaskannya, memang ada gerakan aksi pada 12 Maret mendatang. Mereka terdiri atas Aliansi BEM dan Organ Mahasiswa Jabodetabek, BEM Nusantara Jabodetabek, BEM se-Bekasi, BEM Batavia Raya, dan Gemanusa. Ada juga dari Perhimpunan Mahasiswa Jakarta, BEM Univiversitas Bhayangkara Jakarta Raya, BEM Univiversitas Trisakti, Hijau Muda Nusantara, dan Aliansi mahasiswa Menggugat.

Namun, Rahmat menyatakan, pihaknya tidak bakal bergabung dalam aksi itu. BEM se-Jabodetabek tidak ikut terlibat dalam aksi itu lantaran telah dimanfaatkan oleh elit politik tertentu dengan tujuan politik praktis. "Partai oposisi yang sering memainkan isu itu untuk menggerakkan mahasiswa menolak kenaikan BBM," katanya.

Rahmat lebih memilih cara menyuarakan penolakan terhadap penguasaan asing yang berlebih terhadap kekayaan migas. Atas dasar itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera menasionalisasi aset-aset asing yang menguasai migas nasional untuk kepentingan rakyat Indonesia. "Cara ini lebih rasional sebab sudah diterapkan di beberapa negara di Amerika Latin," jelasnya

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Endah Hapsari
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Aa Gun Selasa, 27 Maret 2012, 11:15
Mahasiswa atau Siapapun adakah yang Punya Solusi Jitu / Bagus yang lain...?? Bisa Untuk bantu Bangsa dan Negara RI..? Dan biar di baca dan di simak oleh Bapak2 dan Ibu2 Di Gedung DPR niih..! (Aa bukan anggota dewan looh..!)
  Aa Gun Selasa, 27 Maret 2012, 10:56
Lebih baik sekolah, kuliah, kerja, usaha yang benar...! kalau banyak uang nantinya tidak ada kata mahal tooh.. semua bisa teratasi dengan senyum...oke...
  Aa Gun Selasa, 27 Maret 2012, 10:41
Ingat Kepentingan Luar Negeri untuk Mengacaukan Stabilitas Keamanan Negara Kesatuan RI..! Apa Mahasiswa tidak mengerti akan hal itu? Bensin naik sedikit itu wajar! Yang tidak wajar adalah KORUPSI...!
  mujahid Kamis, 15 Maret 2012, 11:24
ZA KALO POLISI ,PEMERINTAH NEGARA UANG BENSIN DI KASIH LA KALO RAKYAT DI SURUH BELI APA GK MALAH MENCEKIK RAKYAT ,,,,,,,,,
  budirman Senin, 12 Maret 2012, 12:03
segala cara dapat di lakukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat... tidak terkecuali pada para elit politik yang ingin memberikan sumbangsinya pada gerakan mahasiswa.... ideologi bukan untuk d perdebatkan tapi untuk di aplikasikan pada rakyat...