Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

KASAD: Tawaran Tank Leopard Jerman Lebih Menjanjikan

Kamis, 08 Maret 2012, 14:54 WIB
Komentar : 0
defence-and-freedom.blogspot.com
Tank Leopard
Tank Leopard

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Ketimbang Belanda, tawaran dari Jerman lebih menjanjikan mengenai rencana pembelian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard 2A6. "Tawaran Jerman cukup menjanjikan untuk mengisi kekosongan. Apalagi Belanda masih ada permasalahan dari parlemen," kata Kepala Staf Angkatan darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Mabes AD, Jakarta, Kamis (8/3).

Selain dapat melakukan "transfer of technology" (TOT), Jerman juga menawarkan "joint production" untuk pembuatan beberapa bagian tank seberat 60 ton tersebut, dengan menggandeng PT Pindad.
Bahkan, lanjut dia, Jerman menantang kesiapan industri pertahanan dalam negeri. Prinsipnya dalam merawat teknologi tinggi itu perlu persiapan matang, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempelajarinya. "Ini tak bisa dalam tiga tahun kita memproduksinya. Tidak sederhana teknologinya," ucapnya seraya mengaku pihaknya berencana membeli tank Leoprad dari Jerman.

Menurut Pramono, belum satu suaranya pemerintah Belanda dengan parlemen membuatnya harus bersikap tegas, terlebih tidak adanya perbedaan harga dengan yang ditawarkan Belanda.
Oleh karena itu, pihaknya mengusahakan agar anggaran 280 juta dolar AS mampu mendapat 100 tank Leopard.
Namun, kalau pihaknya sudah "deal" dengan Jerman, dan pemerintah Belanda setuju menjual Leopard, maka TNI AD akan membeli dari keduanya. "Adapun mekanisme pembelian dilakukan langsung antarpemerintah (goverment to goverment)," ujarnya.

Pramono tidak menyangkal Leopard 2A6 adalah hasil "retrofit 2A4" alias pengembangan teknologi terbaru karena cetak baru teknologi Leopard serupa sudah tidak diproduksi lagi.
Ia pun yakin Leopard dari negara Eropa tidak membawa konsekuensi apa pun, terlebih hingga terancam bakal terkena embargo.
"Tidak ada alasan untuk mengembargo kalau kondisi Indonesia seperti sekarang," tutur Pramono.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan bahwa pihaknya berencana membeli Leopard dari Jerman, bila pemerintah Belanda menolak rencana pemerintah Indonesia itu. "Opsi yang kami lakukan itu tidak semata-mata pembelian dari Belanda. Kami akan melihat proses mana yang lebih mudah, lebih lancar, lebih efisien. Itu yang kami simpulkan nanti memilih yang mana," tutur Sjafrie.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : antara
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  vathur Selasa, 31 Juli 2012, 19:15
jaga perbatasan dengan tank leopard dari sabang smp merauke kami rakyat indonesia mendukung kecuali mungkin orang2 yang penghianat...
  falen Selasa, 31 Juli 2012, 19:12
perkuat garis batas NKRI dengan leopard dari sabang sampai merauke kami dukung sepenuhnya pak Kasad
  yuddy Jumat, 20 Juli 2012, 22:14
beli tank jangan bnyak2,beli 10 atau 20 yang lainya di produksi d dalam negri,yang sangat kurang iu kapal lautx,apakah kita gk px mimpi punya armada plus beserta kapal indukx....
  mack Rabu, 4 Juli 2012, 11:03
Kalo Belanda gak mau yah udah pak KASAD tinggalin aja, ngapa juga bikin kaya orang yang udah menyengsakan bangsa ini lebih 350 tahun, kalo parlemen Belanda itu orang2nya sehat & berfikir jernih, mereka harus malu, bisa membangun Industri TANK, bukankah itu semua hasil jarahan di bumi kita.
  awan Sabtu, 30 Juni 2012, 11:53
ayoe dipercepat pembeliany biar indonesia makin hebat maju trs indonesiku