Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ditolak Belanda, Kemenhan Incar Jerman Beli Leopard

Selasa, 06 Maret 2012, 15:38 WIB
Komentar : 0
defence-and-freedom.blogspot.com
Tank Leopard
Tank Leopard

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin membeberkan alasan kunjungannya ke Jerman dan Prancis pada pekan lalu. Dikatakannya, kunjungan itu terkait dengan komitmen defence cooperation dan modernisasi alutsista militer. Untuk kunjungan di Jerman, katanya, Indonesia memiliki komitmen untuk bersama-sama mendukung modernisasi peralatan TNI. Salah satunya, rencana pembelian main battle tank/MBT alias tank tempur utama Leoprad 26A.

Diterangkan Sjafrie, Jerman merupakan produsen dan pengguna Leopard dan di sana terdapat 15 batalian Tank Leopard. Pihaknya bersama petinggi Mabes TNI AD mengadakan observasi untuk mengetahui keunggulan, baik secara teknis maupun taktik.  ”Ternyata Leopard itu cukup sederhana cara perawatan dan penggunaannya,” katanya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Selasa (6/3).

Sjafrie menekankan, proses pembelian MBT di Jerman merupakan salah satu opsi yang sedang dikaji. Dijelaskannya, Jerman mengusulkan adanya kerjasama modernisasi ini secara government to government (G to G). Artinya kaitan pembelian Leoprad tidak hanya membeli peralatannya, namun juga sistemnya. Sistem yang dimaksud, imbuhnya, pemeliharaan sampai bagaimana persiapan amunisinya.

Disebutkannya, jika proses dalam negeri telah selesai baik secara adminsitrasi maupun politik selesai maka segera pemerintah Jerman akan mendukung pengadaan MBT kepada Indonesia. “Ini yang sementara kita jajaki,” ujar Sjafrie.

Dia menjelaskan, mengapa Kemenhan beralih ke Jerman, bukan lagi ke Belanda. Menurut Sjafrie, Jerman merupakan negara original country alias produsen Leoprad. Sehingga meski Indonesia membeli peralatan Leoprad dari negara manapun maka harus tetap menggunakan ijin penjualan dari Jerman. Opsi itu, paparnya, lantaran melihat proses pembelian darimana yang lebih mudah, lancar, dan efisien.


Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Hafidz Muftisany
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  subhan Kamis, 22 Maret 2012, 23:06
setuju langsung kejerman pak? pokoke beli alutsista dr luar harus transfer teknologinya juga.khan kita yg punya duit,jd suatu saat kita bisa mandiri dlm pengadaan kebutuhan persenjataan.
  denis Kamis, 8 Maret 2012, 15:26
Semoga lancar
  hamba allah Rabu, 7 Maret 2012, 08:05
wajar lah,,menurut histori belanda sakit hati dri dlu,,mereka kan terusir sebagai penjajah,,lagian knpa hrus belanda??mau jalan2 dlu kali ya??
  hihi Selasa, 6 Maret 2012, 23:05
takenapa nggak tank leopard yang A7+ aja ?
  ariel a smith Selasa, 6 Maret 2012, 17:09
Kenapa ga dari awal aja lgsg beli ke Jerman, pak? toh akhirnya beli ke jerman juga? ngapain musti lewat belanda? berlaku juga utk alutsista yg lainnya, lgsg belanja ke produsen aja...