Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

BNP2TKI: TKI ke Hongkong Harus Berkualitas

Senin, 05 Maret 2012, 23:26 WIB
Komentar : 1
Jumhur Hidayat
Jumhur Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat menilai penanganan dan kondisi TKI di Hong Kong relatif lebih baik dibanding di tempat lain, namun kualitas TKI perlu ditingkatkan lagi.

"Ada beberapa catatan. Pastikan orang yang berangkat dengan kualitas yang memadai," kata Jumhur di Hong Kong, Senin malam, saat berdialog dengan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong.

Jumhur memberi catatan pengiriman TKI dari Jawa Timur yang memasok TKI paling banyak ke Hong Kong. "Banyak mendapat pelatihan kurang memadai," katanya.

Calon TKI, katanya, sebelum berangkat ditampung dahulu di unit pelayanan yang berada di kabupaten-kabupaten. Setelah itu mereka dikirim ke Hong Kong lewat Surabaya. "Di Surabaya hanya numpang lewat. Sehingga kualitasnya kurang memadai," katanya.

Untuk itu, BNP2TKI akan menerapkan sistem pelatihan yang benar-benar terpantau dan dikelola secara online (dalam jaringan/daring). Dengan sistem online tersebut diharapkan calon TKI benar-benar mendapatkan pelatihan sesuai dengan ditetapkan misalnya diberi pelatihan hingga 600 jam.

Dengan sistem online maka jika calon TKI tersebut baru melakukan pelatihan selama tiga hari lalu dikirim maka surat keterangan yang diperlukan tidak bisa muncul. "Sehingga mau tidak mau mereka harus berlatih," kata Jumhur. Ia mengatakan sistem pemantauan pelatihan secara online tersebut diharapkan bisa diterapkan mulai 1 April 2012.
Namun, Jumhur mengatakan bahwa pengelolaan TKI di Hong Kong sudah cukup baik. Jikapun ada sedikit permasalahan maka hal itu merupakan sikap kritis dari para TKI.

 

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...