Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dadang Kahmad: Plagiarisme Perbuatan tak Terpuji

Sunday, 04 March 2012, 06:51 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad mengaku prihatin dengan maraknya kasus plagiarisme yang terjadi di kalangan akademisi. Pernyataan itu dilontarkannya menanggapi pemberitaan beberapa media online dan cetak terkait dugaan plagiarisme yang dilakukan tiga calon guru besar pada sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung.

''Seharusnya praktik plagiarisme di kalangan kampus tidak boleh terjadi, karena semua orang tahu bahwa contek-mencontek dalam tradisi intelektual merupakan hal yang sangat dilarang keras dan merupakan tindakan tak terpuji,'' ujar Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu seperti dikutip laman Muhammadiyah.or.id.

Munculnya praktik plagiarisme di dunia kampus, kata dia, menunjukkan betapa gejala ketidakjujuran telah berkembang begitu massif di masyarakat. “Saya lebih prihatin karena ketidakjujuran juga ternyata sudah melanda kaum intelektual,” katanya.

Seharusnya, kata sosiolog agama itu, kaum intelektual menjadi benteng pertahanan kejujuran.  Menurut Dadang, seorang dosen, terlebih calon guru besar, bukanlah masyarakat biasa, tetapi merupakan kaum pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik. ''Ini bukti, bahwa ketidakjujuran memang sudah merata di segala lapisan masyarakat kita. Ini sangat memperihatinkan.''

dalam pandangan agama, kata dia, ketidakjujuran termasuk kategori nifak. Orang yang melakukan ketidakjujuran termasuk orang yang munafiq. “Jadi bayangkan orang yang setiap harinya mengajarkan ilmu, menebarkan nilai-nilai, tapi dirinya sendiri malah melakukan ketidakbenaran,” ungkapnya.




Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : muhammadiyah.or.id
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar