Friday, 11 Sya'ban 1436 / 29 May 2015
find us on : 
  Login |  Register

Atasi Kenaikan BBM, Pemerintah Siap Luncurkan BLT

Sunday, 26 February 2012, 18:35 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Salim Segaf Al Jufri
Salim Segaf Al Jufri

REPUBLIKA.CO.ID,  SUKOHARJO -– Pemerintah melalui Kementerian Sosial akan kembali mengaktifkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk mengatasi kenaikan harga BBM. Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, BLT merupakan salah satu pilihan agar rakyat miskin tidak semakin terbebani dengan kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah.

“Tapi semua ini, menaikkan BBM ataupun penyaluran BLT,masih harus dibicarakan dulu dengan DPR,” kata Mensos di Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (26/2). Program BLT, katanya, menjadi pilihan utama Kementerian Sosial untuk mengatasi kemungkinan makin terpuruknya rakyat miskin. Rencananya, pemerintah akan mengajukan BLT untuk rakyat miskin dengan besaran Rp 100 ribu per bulan.

Namun demikian, kata Mensos, pemerintah belum menentukan jumlah penerima BLT. Saat ini, ada beragam data rakyat miskin yang dimiliki pemerintah.

Jika mengikuti jumlah penerima beras miskin, maka jumlah rakyat miskin yang akan menerima BLT mencapai 17,5 juta kepala keluarga. Namun bila mengikuti data rumah tangga sangat miskin yang dimiliki Kementerian Sosial, maka jumlah penerima BLT hanya 1,5 juta kepala keluarga.

“Jumlah yang sangat miskin 1,5 juta kepala keluarga ini data yang akurat by name and by address, tapi mungkin saja penerima BLT lebih banyak dari itu,” kata Mensos.

Reporter : Yusuf Assidiq
Redaktur : Dewi Mardiani
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hijab tak Halangi Asmaah Helal Bermain Sepakbola
JAKARTA -- Mengenakan hijab rupanya tak menghalangi pesepak bola Muslimah asal Australia, Asmaah Helal untuk bermain sepakbola  Dalam kunjunggannya ke kantor Harian Republika (28/5),...