Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Atasi Kenaikan BBM, Pemerintah Siap Luncurkan BLT

Minggu, 26 Februari 2012, 18:35 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Salim Segaf Al Jufri
Salim Segaf Al Jufri

REPUBLIKA.CO.ID,  SUKOHARJO -– Pemerintah melalui Kementerian Sosial akan kembali mengaktifkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk mengatasi kenaikan harga BBM. Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, BLT merupakan salah satu pilihan agar rakyat miskin tidak semakin terbebani dengan kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah.

“Tapi semua ini, menaikkan BBM ataupun penyaluran BLT,masih harus dibicarakan dulu dengan DPR,” kata Mensos di Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (26/2). Program BLT, katanya, menjadi pilihan utama Kementerian Sosial untuk mengatasi kemungkinan makin terpuruknya rakyat miskin. Rencananya, pemerintah akan mengajukan BLT untuk rakyat miskin dengan besaran Rp 100 ribu per bulan.

Namun demikian, kata Mensos, pemerintah belum menentukan jumlah penerima BLT. Saat ini, ada beragam data rakyat miskin yang dimiliki pemerintah.

Jika mengikuti jumlah penerima beras miskin, maka jumlah rakyat miskin yang akan menerima BLT mencapai 17,5 juta kepala keluarga. Namun bila mengikuti data rumah tangga sangat miskin yang dimiliki Kementerian Sosial, maka jumlah penerima BLT hanya 1,5 juta kepala keluarga.

“Jumlah yang sangat miskin 1,5 juta kepala keluarga ini data yang akurat by name and by address, tapi mungkin saja penerima BLT lebih banyak dari itu,” kata Mensos.

Reporter : Yusuf Assidiq
Redaktur : Dewi Mardiani
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...