Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

JK Minta Warga Jangan Pilih Foke

Kamis, 23 Februari 2012, 20:49 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, selama memimpin Ibu Kota. Menurut JK, tidak banyak pencapaian yang bisa dilihat olehnya terkait pembangunan Jakarta selama hampir lima tahun diurus Foke.

JK menilai kenyataan itu terasa janggal, sebab saat kampanye pada 2007, Foke gembar-gembor bakal membenahi infrastruktur dan kesemrawutan transportasi Ibu Kota. Nyatanya, imbuh JK, tidak ada perbedaan Jakarta lima tahun lalu dengan sekarang, kecuali permukiman kumuh semakin banyak.

"Saya lihat Surabaya, sebagai kota besar lain tidak ada permukiman kumuh. Saya juga stres terkena macet," keluh JK dalam acara Silaturahim Tokoh Nasional di Jakarta, Kamis (23/2). Hadir juga mantan wakil presiden era Orde Baru Try Sutrisno, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa, calon gubernur DKI Jakarta Nono Sampono, dan pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah, serta puluhan aktivis serta pemerhati Ibu Kota.

Karena itu, pihaknya berpesan agar masyarakat jangan memilih lagi orang yang merasa ahlinya. Karena terbukti Gubernur sekarang tidak membawa kebaikan dan pembangunan signifikan bagi kesejahteraan warga. Untuk Jakarta yang terbukti tidak berhasil, pihaknya menekankan agar masyarakat tidak usah memilih orang yang sama untuk kedua kalinya.

"Jakarta tidak jadi kota yang membanggakan seperti Kuala Lumpur, Singapura, maupun ibu kota negara lainnya. Ini karena 30 persen aktivitas masyarakat habis di jalan akibat kemacetan yang tambah parah," cetus JK.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Rahmat Sorau Kamis, 20 September 2012, 19:52
Demokrasi Nurani membungkam intimidasi penghianat negara
  anis Rabu, 19 September 2012, 23:54
gagal is gagal
  Indra Jaya Selasa, 17 Juli 2012, 10:34
mantap pak..benar bilang benar, salah bilang salah...salutt pak
  Momy Hunowu Jumat, 13 Juli 2012, 08:37
Tenang pak... putaran 2 dijamin si kumis itu tergusur...
  kucluk Jumat, 6 Juli 2012, 18:58
Setuju pak. Daripada sakit hati ama orang yang udah jelas bikin sakit hati (berarti bego kan yang milih :D) mending sakit hati karena ga tau apa-apa. Paling ngga kan cuma tertipu dan kedepannya jangan pilih yang sama lagi :p

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...