Friday, 8 Jumadil Awwal 1436 / 27 February 2015
find us on : 
  Login |  Register

JK Minta Warga Jangan Pilih Foke

Thursday, 23 February 2012, 20:49 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, selama memimpin Ibu Kota. Menurut JK, tidak banyak pencapaian yang bisa dilihat olehnya terkait pembangunan Jakarta selama hampir lima tahun diurus Foke.

JK menilai kenyataan itu terasa janggal, sebab saat kampanye pada 2007, Foke gembar-gembor bakal membenahi infrastruktur dan kesemrawutan transportasi Ibu Kota. Nyatanya, imbuh JK, tidak ada perbedaan Jakarta lima tahun lalu dengan sekarang, kecuali permukiman kumuh semakin banyak.

"Saya lihat Surabaya, sebagai kota besar lain tidak ada permukiman kumuh. Saya juga stres terkena macet," keluh JK dalam acara Silaturahim Tokoh Nasional di Jakarta, Kamis (23/2). Hadir juga mantan wakil presiden era Orde Baru Try Sutrisno, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa, calon gubernur DKI Jakarta Nono Sampono, dan pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah, serta puluhan aktivis serta pemerhati Ibu Kota.

Karena itu, pihaknya berpesan agar masyarakat jangan memilih lagi orang yang merasa ahlinya. Karena terbukti Gubernur sekarang tidak membawa kebaikan dan pembangunan signifikan bagi kesejahteraan warga. Untuk Jakarta yang terbukti tidak berhasil, pihaknya menekankan agar masyarakat tidak usah memilih orang yang sama untuk kedua kalinya.

"Jakarta tidak jadi kota yang membanggakan seperti Kuala Lumpur, Singapura, maupun ibu kota negara lainnya. Ini karena 30 persen aktivitas masyarakat habis di jalan akibat kemacetan yang tambah parah," cetus JK.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Empat Risiko yang Menjadi Fokus Bank Muamalat
JAKARTA -- Melambatnya perekonomian Indonesia pada tahun lalu, dijadikan Bank Muamalat untuk membenah diri.  Direktur Manajemen Risiko Bank Muammalat, Evi Afiatin mengatakan akibat perekonomian...