Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pesawat Wapres Gagal Mendarat di Malang

Senin, 20 Februari 2012, 16:04 WIB
Komentar : 2
Wakil Presiden RI Boediono
Wakil Presiden RI Boediono

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Pesawat Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa rombongan Wakil Presiden (Wapres) Boediono gagal mendarat di Bandara Abd Saleh Malang. Hal itu disebabkan cuaca buruk dan dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya.

"Jarak pandang di Bandara Abd Saleh hanya 500 meter sementara harusnya tiga kilometer jadi pesawat tidak bisa mendarat," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat kepada pers di Bandara Juanda Surabaya, Senin (20/2).

Menurutnya, keamanan tertinggi diputuskan oleh pilot mengingat pesawat membawa Wakil Presiden sehingga diputuskan mendarat di Juanda. "Wapres sebelum mendarat sudah diberitahu kalau pesawat akan didaratkan di Juanda dan beliau setuju," katanya.

Menurutnya, pesawat akan tetap terbang ke Bandara Abd Saleh sampai cuaca di Malang baik dan jarak pandang sesuai dengan standar keamanan. "Kita tunggu saja sekitar satu jam dan kalau memungkinkan akan terbang ke Malang," kata Yopie.

Pesawat yang ditumpangi Wapres meninggalkan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah pukul 14.50 WIB dan tiba di Juanda pukul 15.20 WIB.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...