Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Pembubaran FPI, Mendagri Kedepankan Dialog

Thursday, 16 February 2012, 11:58 WIB
Komentar : 0
Tribunnews
Sejumlah warga Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI.
Sejumlah warga Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tuntutan pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan beberapa pihak direspon Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri menggelar pertemuan dengan FPI untuk membicarakan persoalan terkini, Kamis (16/2). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku ikut pertemuan tersebut.

Dia menyatakan, ikut dalam diskusi dengan pimpinan FPI. Karena itu, pihaknya mengimbau agar semua pihak melihat persoalan tersebut secara proporsional, seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah. Pihaknya tidak ingin hal itu terjadi di daerah lain sebab bisa merepotkan Kemendagri. "Yang kita perlukan sekarang adalah cari titik-titik temu," kata Gamawan di Jakarta, Kamis (16/2).

Karena itu, kalau ada pihak yang keberatan dengan ormas tertentu, sebaiknya menyampaikan keberatannya. Sehingga ormas yang dituju tersebut juga bisa menyampaikan argumentasinya dan bisa menciptakan suasana Indonesia ini lebih sejuk, damai, dan tentram.

Gamawan mengaku tidak bisa menuruti tuntutan beberapa pihak yang meminta FPI dibubarkan. Pasalnya Kemendagri bekerja berdasarkan undang-undang, sehingga semua harus mengikuti mekanisme berlaku. "Kita beri teguran, lalu pembekuan, dan pembubaran," paparnya.

Karena sekarang sudah dilakukan teguran kedua, pihaknya mencoba memediasi dan menyampaikannya ke daerah lain untuk melakukan dialog. Sehingga penolakan, hingga tuntutan pembubaran, tidak sampai terjadi.

Ini lantaran dalam negara demokrasi keberadaan ormas atau civil society adalah sebuah keniscayaan. Tapi yang tidak boleh adalah melakukan tindakan anarkis dan memaksakan kehendak. "Karena itu dialog yang harus kita kembangkan," ujar Gamawan.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Djibril Muhammad
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...