Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Pembubaran FPI, Mendagri Kedepankan Dialog

Kamis, 16 Februari 2012, 11:58 WIB
Komentar : -1
Tribunnews
Sejumlah warga Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI.
Sejumlah warga Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tuntutan pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan beberapa pihak direspon Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri menggelar pertemuan dengan FPI untuk membicarakan persoalan terkini, Kamis (16/2). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku ikut pertemuan tersebut.

Dia menyatakan, ikut dalam diskusi dengan pimpinan FPI. Karena itu, pihaknya mengimbau agar semua pihak melihat persoalan tersebut secara proporsional, seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah. Pihaknya tidak ingin hal itu terjadi di daerah lain sebab bisa merepotkan Kemendagri. "Yang kita perlukan sekarang adalah cari titik-titik temu," kata Gamawan di Jakarta, Kamis (16/2).

Karena itu, kalau ada pihak yang keberatan dengan ormas tertentu, sebaiknya menyampaikan keberatannya. Sehingga ormas yang dituju tersebut juga bisa menyampaikan argumentasinya dan bisa menciptakan suasana Indonesia ini lebih sejuk, damai, dan tentram.

Gamawan mengaku tidak bisa menuruti tuntutan beberapa pihak yang meminta FPI dibubarkan. Pasalnya Kemendagri bekerja berdasarkan undang-undang, sehingga semua harus mengikuti mekanisme berlaku. "Kita beri teguran, lalu pembekuan, dan pembubaran," paparnya.

Karena sekarang sudah dilakukan teguran kedua, pihaknya mencoba memediasi dan menyampaikannya ke daerah lain untuk melakukan dialog. Sehingga penolakan, hingga tuntutan pembubaran, tidak sampai terjadi.

Ini lantaran dalam negara demokrasi keberadaan ormas atau civil society adalah sebuah keniscayaan. Tapi yang tidak boleh adalah melakukan tindakan anarkis dan memaksakan kehendak. "Karena itu dialog yang harus kita kembangkan," ujar Gamawan.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Djibril Muhammad
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  budi Sabtu, 18 Februari 2012, 23:20
menurut gw FPI d'bubarkan aja.
soal'y menurut gw FPI suka membikin masalah masalah yang merepot kan pemerintah indonesia
  anthony Jumat, 17 Februari 2012, 07:34
semua bisa dirembug,asal tidak menengnya sendiri ataupun berdalil yg gak rasional
  bunga Kamis, 16 Februari 2012, 18:02
FPI dr sejarahnya..ikut memerdekakan Indonesia..harusnya bukan FPi yg d bubarkan tp Parpol.karena FPI hanya merusak aset atau bangunan saja..tp parpol udah merusak Moral..juga ekonomi bangsa...Fuck off buat Gemawan fauzi...
  rahman Kamis, 16 Februari 2012, 12:24
saya sepakat dengan pembubaran FPI< tapi saya lebih sepakat pembubarannya dengan proses dan mekanisme hukum yang ada. dengan bukti kejadian-kejadian kebelakang yang dimotori oleh FPI merupakan bukti dan preferensi pihak pemerintah dalam mengambil keputusannya.

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...