Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menyusul Tragedi Maut di Cisarua, PO Bus Karunia Bakti akan Diaudit

Sunday, 12 February 2012, 14:09 WIB
Komentar : 1
Republika/Agung Supriyanto
Bus Karunia Bakti berhasil dievakuasi setelah terperosok ke sebuah vila usai menghantam sejumlah kendaraan dan menyebabkan kecelakaan beruntun di kawasan Cisarua, Bogor, Sabtu (11/2).
Bus Karunia Bakti berhasil dievakuasi setelah terperosok ke sebuah vila usai menghantam sejumlah kendaraan dan menyebabkan kecelakaan beruntun di kawasan Cisarua, Bogor, Sabtu (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Kementerian Perhubungan akan turun tangan untuk mengaudit kondisi perusahaan PO Karunia Bakti. Audit tersebut sebagai acuan untuk menentukan sanksi yang akan dikenakan terhadap perusahaan pemilik bus yang menyebabkan kecelakaan maut di Cisarua, Bogor itu.

"Senin akan kita panggil, lalu Selasa atau Rabu kita audit," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso, Ahad (12/2).

Suroyo menjelaskan, audit tersebut untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menjalankan regulasi yang telah ditetapkan. "Akan kita data berapa banyak armada yang dimiliki. Apakah sudah punya bengkel perawatan. Apakah bengkel tersebut memadai untuk seluruh jumlah armada yang dimiliki dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya, Suroyo mengatakan ada tiga sanksi yang bisa dikenakan pada PO Karunia Bakti. Tiga ancaman hukuman tersebut adalah pembekuan izin trayek, larangan pengembangan perusahaan, dan pencabutan izin operasional

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Heri Ruslan
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...