Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Di Riau, Manusia 'Perang' Lawan Buaya

Sabtu, 11 Februari 2012, 17:32 WIB
Komentar : 0
komonews.com
Buaya air asin
Buaya air asin

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Konflik antara buaya liar 'versus' manusia di Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragirin Hili (Inhil) dikabarkan 'pecah' setelah berulang kali hewan buas itu melakukan penyerangan terhadap warga.

"Banyak warga yang terpaksa melakukan perburuan terhadap buaya karena sudah merasa terancam. Buaya itu tidak terlihat di sungai saja, tapi juga sampai ke kanal-kanal yang ada di sekitar perkampungan," kata Kepala Desa Sungai Raya, Sulaiman, Sabtu (11/2).

Melalui perbincangan selular, Sulaiman mengungkapkan, sejak satu pekan terakhir sejumlah warganya tidak lagi berani beraktivitas di sekitar kanal, baik itu untuk mencuci, mandi dan kegiatan lainnya yang biasa warga lakukan.

Rasa penat campur takut, menurut Kades, mendorong sejumlah warga akhirnya memilih untuk melakukan penyerangan balik terhadap buaya liar yang sebelumnya telah terlebih dahulu menyerang dua warga sekitar. Bahkan satu diantaranya tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

"Berbagai cara dilakukan warga untuk menangkap dan membunuh buaya liar. Ada yang mencobanya dengan menggunakan jerat, ada juga yang membawa peralatan sejenis senjata tajam," katanya.

"Sepertinya warga tidak ada pilihan karena sejauh ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau belum memberikan solusi nyata," ujarnya.

Padahal, demikian Sulaiman, pihaknya telah melaporkan kasus penyerangan buaya terhadap manusia yang tidak lain warganya itu sudah sejak lama.

"Tapi sejauh ini upaya peredaman konflik ini belum juga menuai hasil yang optimal. Buaya-buaya itu, berdasarkan laporan warga masih terus saja muncul di parit-parit (kanal-red) sekitar perkampungan," tuturnya.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Indragiri Hilir, Darussalam secara terpisah menyebutkan juga tengah berupaya untuk melerai konflik buaya 'versus' manusia di Desa Sungai Raya dan beberapa wilayah rawan lainnya.

"Salah satunya mungkin dengan membangun kawasan khusus bagi habitat buaya. Maksudnya memisahkan buaya dengan lingkungan bebas," ujarnya.

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Antara
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar