Dubes Iran: Hubungan Iran-Indonesia Makin Solid, Meningkat 100 Persen

Sabtu, 11 Pebruari 2012, 06:27 WIB
www.presstv.ir
Dubes Iran: Hubungan Iran-Indonesia Makin Solid, Meningkat 100 Persen
Mahmoud Farazandeh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya boleh dibilang tidak berdampak pada hubungan Iran dengan negara-negara lain. Ini pun berlaku untuk hubungan bilateral Indonesia dan Iran. 

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh justru mengaku hubungan Indonesia dan Iran meningkat 100 persen saat Iran dijatuhkan sanksi. ”Insya Allah tidak ada masalah hubungan Indonesia dan Iran ke depannya. Dengan dukungan bangsa dan masyarakat Indonesia, hubungan akan terus berkembang,”kata Farazande didampingi Atase Pers Ali Pahlevani Rad di sela peringatan Hari Nasional Iran ke-33.

Pemerintah Indonesia, ujarnya, mendukung perluasan dan perkembangan hubungan di berbagai sisi dan segi. ”Terdapat lebih dari  1.000 komoditas dengan tarif tertentu yang diekspor ke Iran dari Indonesia. Ekonomi Indonesia dan ekonomi Iran adalah melengkapi satu dengan lainnya,” kata Farazandeh. 

Iran juga dengan mudah dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk menyuplai energi baik berupa listrik, gas dan berbagai bidang lainnya. “Kami siap untuk bekerja sama. Untuk diketahui, impor indonesia dari Iran kurang lebih 1,1 miliar dolar AS di luar minyak per tahunnya,”katanya.

Menurutnya, perkataan dan tekanan negara adidaya tidak akan mempengaruhi masyarakat Indonesia. Namun demikian, Iran meminta keseriusan dan langkah konkret dari Pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti proyek-proyek besar lainnya. “Investasi kilang minyak di Indonesia senilai 7 miliar dolar terus akan ditindaklanjuti. Kami butuh langkah konkret pelaksanaan proyek ini,”katanya.

Iran, katanya, juga gencar mempromosikan potensi pariwisata negara tersebut. “Pariwisata sedang ditingkatkan terutama paket-paket wisata kepada para calon jamaah umrah yang dapat berkunjung di kota-kota suci di Iran,”katanya. Namun begitu, diperlukan jalinan kerjasama dan keseriusan maskapai dari kedua negara. Farazandeh juga  berharap, perdagangan bebas namun sehat yang dicanangkan Iran akan membuat hubungan bilateral kedua negara semakin solid.

Redaktur: Endah Hapsari
Reporter: Lingga Permesti
Seseorang datang kepada Nabi saw: Ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, belum berhaji ia meninggal, apakah aku harus berhaji untuknya? Beliau bersabda: "Ya, berhajilah untuknya, Bayarlah pada Allah, karena Allah lebih berhak untuk ditepati.(HR Muslim)
heboh, Sabtu, 11 Pebruari 2012, 12:26

Apa ada kota suci di Iran? Ndak salah tu.

2 Balasan
ahmad sofyan, Senin, 13 Pebruari 2012, 09:01

maksudnya,,buat dia bkan wat kita,,lagian ga salahnya klo ada rejeki ksana wat tau sebenarnya keadaan dsna..terlepas suci at tidaknya..kt jgn terpancing dlu..masa langsung percaya aj..disana suci buat islam syiah,,kt suny klo mau liat ok2 aj..

abu azka, Minggu, 12 Pebruari 2012, 18:19

ente nich pasti otaknya dah busuk sangka, org jaula juga punya kota 'suci' di pakistan, ente kan gak komen. coba bersihkan benak ente supaya sesama muslim gak berantem terus

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...