Selasa , 07 February 2012, 23:22 WIB

Pelajari Keberhasilan Transisi, Mesir Bangun Pusat Studi Indonesia

Red: Ramdhan Muhaimin
Bendera Indonesia-Mesir (ilustrasi)
Bendera Indonesia-Mesir (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Universitas Terusan Suez (Suez Canal University/SCU), Mesir, membuka Pusat Studi Indonesia (PSI).

"Rektor SCU, Prof Dr Mohammed Ahmed Mohammedein dan Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suandi meresmikan pembukaan PSI tersebur pada tanggal 5 Feberuari 2012," kata Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof Dr Sangidu, Selasa (7/2).

Dalam sambutannya, Mohammedein mengatakan, perwujudan PSI memiliki arti penting bagi universitas ini untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya (ipoleksosbudhankam).

Mohamedein menilai pengalaman Indonesia melakukan reformasi di berbagai bidang pada tahun 1998 sangat berharga bagi Mesir yang kini dalam masa transisi pascatumbangnya rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak.

"Seperti Indonesia, rakyat Mesir juga menghendaki pembaruan bagi negaranya melalui gerakan revolusi, dan kini dalam masa transisi menuju negara yang demokratis," ujarnya

Sementara itu, Dubes Nurfaizi pada kesempatan sama mengatakan, hubungan antara Indonesia dan Mesir telah melewati sejarah yang cukup panjang sehingga perlu dikembangkan dari sekadar hubungan yang bersifat emosional ke dalam aksi nyata.

"Pembukaan PSI ini merupakan salah satu aksi nyata yang akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara," ujar Duta Nufaizi yang beru dua pekan bertugas di negeri piramida itu.

Mantan Kapolda DKI Jaya itu menegaskan kesungguhan Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama itu dilandasi pula bahwa Mesir tercatat sebagai negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.

"Melalui diplomasi pendidikan ini hubungan kedua bangsa akan tumbuh-kembang di kalangan para calon pemimpin bangsa," katanya.

Sumber : Antara