Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Tolak Pengunduran Dirut Merpati

Selasa, 07 Februari 2012, 18:17 WIB
Komentar : 0
Direktur Utama PT. Merpati, Sardjono Djoni Tjitrokusumo
Direktur Utama PT. Merpati, Sardjono Djoni Tjitrokusumo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Johnny Tjitrokusumo mengajukan pengunduran dirinya kepada Kementerian BUMN hari ini dalam rapat pimpinan di kantor Aneka Tambang (Antam) Jakarta. Permohonannya tersebut sontak ditolak oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan seluruh jajaran direksi Merpati.

"Saya tolak pengunduran dirinya sebab seluruh karyawan mendaulatnya untuk maju," kata Dahlan kepada Republika di Gedung DPR Jakarta, Selasa (7/2). Dirut Merpati berniat mengundurkan diri sebab merasa tak dipercaya untuk menerima penyertaan modal negara (PMN) tahun ini.

Seperti diketahui, 2011 merupakan tahun terakhir perusahaan penerbangan itu menerima PMN. Merpati semestinya menerima PMN sebesar Rp 560 miliar pada 2011. Namun, pencairannya baru terealisasi 31 Desember 2011. Hal itu terbilang terlambat sebab Merpati terlanjur mengambil pinjaman dari lembaga keuangan lain.

Akibat fatalnya, Merpati memerlukan Rp 250 miliar untuk menutupi kekurangannya tahun ini. Tapi, kata Dahlan, pengajuan dananya itu ditolak. Perusahaan yang terlalu sering berganti kepemimpinan akan menjadi tak stabil.

Sebanyak 40 orang direksi dan karyawan Merpati serempak menolak pengunduran diri Dirutnya. Mereka bertekad untuk tetap bangkit dengan atau tanpa PMN. Dahlan mengatakan semangat itu merupakan modal besar untuk bangkit. "Tak ada pilihan untuk Merpati, live or die," katanya.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  dwi eryanti Rabu, 8 Februari 2012, 14:18
sama saja diaganti atau tidak dirut-nya, merpati tetapterseok maju, BUMN sbg sapi perahan beberapa departemen,
Merpati Dir-Ut terpilih karena ada unsur ++, gak ada strategi dan gak punya sense of business dn sense of crisis, cuma "OM-DO" dn janji2 thok, walhasil Wa-Dir-Ut mundur !!!

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...