Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ketua NU : Wahabi Harus Diwaspadai

Minggu, 05 Februari 2012, 22:39 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Said Agil Siradj
Said Agil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi dengan tujuan ingin mengajarkan pemurnian Islam versi mereka, sementara ajaran lain dianggap tidak sesuai.

"Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya wahabi itu sedikit lebih keras," kata dia dalam Bedah buku oleh Gerakan Pemuda Anshor di Riau, Ahad (5/2).

Ia mengatakan, Wahabi memang bukan gerakan terlarang, namun pihaknya menghimbau agar ketidaksamaan pandangan tidak membuat umat bingung.

"Mereka sering menganggap umat lain menjalankan tradisi 'bidah' yang tak diajarkan agama seperti ziarah kubur, baca tahlil, sehingga ajaran itu harus ditinggalkan," kata dia.

Ia mengatakan, segala kegiatan yang dilakukan umat Islam terutama kaum Nahdiyin (NU) semua berdasarkan ajaran dan tuntunan dan tidak ada yang mengada-ngada.

"NU bersikap tegas, kami justru menghargai agama lain yang jelas-jelas tidak mebawa nama Islam," kata dia. Hal tersebut, kata Said, karena dalam Al-Quran juga diajarkan untuk saling menghargai antarumat beragama.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Rahmat Hidayat Senin, 6 Februari 2012, 19:32
Wahabu menganggap yang lain sesat, cenderung peirlaku kasar dan tidak toleran, perlu diwaspadai
  sholihin Senin, 6 Februari 2012, 13:45
mereka yang pemecah belah islamitu adalah orang yangmegharamkan muslim lain dalam beribadah, anda mmengharamkan? anda memurtadkan ?
  Cinta Agama Senin, 6 Februari 2012, 09:43
nah lhoo..... pemimpin NU itu kolot banget seehh.... padahal satu Agama: Agama islam. satu NAbI: Nabi Muhammad. Satu Kitab: Kitab suci Al Qur'an. lhaa umat jgn di pecah belah dunkk... jgn di bikin kayak ngadu domba gto. PAYAH..!!!
  salamon reed Minggu, 5 Februari 2012, 23:28
hilangkan pemikiran segmentasi, dekotomi, dst
para pemimpin sebaiknya berfikir yg jauh kedepan demi persatuan umat...mari kita tengok persamaan dan tengok perbedaan adalah merupakan rahmat umat ini....iki usul wong cilik lho..
  ahmad Minggu, 5 Februari 2012, 23:05
kitab suci sama, Al-Qur'an, nabi sama, Muhammad SAW, kenapa harus saling curiga-mencurigai, kenapa harus saling menyalahkan, kenapa harus saling menyerang walau kanya dengan kata-kata. Mari kita tidak saling serang, sesama umat islam jangan sampai kita mau diadu