Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hubungan Indonesia-Turki Kian Mesra

Sunday, 05 February 2012, 13:35 WIB
Komentar : 0
RI-Turki
RI-Turki

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Konsul Jenderal Kehormatan Turki di Medan Rahmat Shah, mengemukakan intensitas kerja sama antara Republik Indonesia dengan Republik Turki dewasa ini semakin produktif, di antaranya di bidang pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi.

"Hubungan dan kerja sama antara Turki dengan Indonesia yang sudah berjalan aktif dan produktif selama ini perlu terus dipelihara dan ditumbuhkembangkan," katanya di Medan, Ahad (5/2).

Di bidang pendidikan, misalnya, banyak sekolah yang diwadahi masyarakat dan lembaga pendidikan Turki turut berperan mendukung sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

Bahkan melalui lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola oleh perwakilan masyarakat Turki di Indonesia, lanjut dia, banyak sumber daya manusia Indonesia berhasil mencatat prestasi di tingkat internasional.

Dia juga mengakui, pascabencana Tsunami di Aceh intensitas hubungan kedua negara, khususnya di bidang pengembangan sosial dan budaya semakin meningkat.

"Banyak hal yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh masing-masing masyarakat dari hubungan bilateral Turki dengan Indonesia selama ini," ucap dia.

Rahmat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal pemilihan Sumatera Utara, mengatakan kedua negara telah membina kerja sama atas dasar kesetaraan dan sikap saling menghargai serta saling belajar.

"Banyak hal yang bisa dipelajari oleh masing-masing masyarakat dari hubungan bilateral Turki dengan Indonesia selama ini," ucap Konsul Jenderal (Konjen) Kehormatan Turki di Medan itu.

Pernyataan hampir senada juga diungkapkan pimpinan The Travellers Club of Turkey, Prof. Dr.Orhan Kural saat berkunjung ke Medan baru-baru ini.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Istanbul ini, hubungan masyarakat dan institusi di Turki dan Indonesia yang telah berjaqlan baik selama ini perlu terus diperkokoh dengan dilandasi semangat kebersamaan dan saling mamahami perbedaan.

"Melalui pemahaman yang baik terhadap perbedaan yang ada, diharapkan akan semakin terbangun semangat kebersamaan umat manusia lintas negara," paparnya.

Semangat kebersamaan dan saling memahami perbedaan merupakan langkah bijaksana menciptakan kehidupan dunia yang lebih baik dan menghindari pertikaian maupun konflik.

Orhan menambahkan, The Travellers Club of Turkey yang dipimpinnya mengemban misi mengembangkan persahabatan dan persaudaraan internasional.

Perhimpunan masyarakat Turki yang beranggotakan dari beragam latar belakang profesi ini, kini aktif melakukan kunjungan ke banyak negara guna mempelajari dan memahami perbedaan budaya antar negara.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...