Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hah, Jumlah Pesawat Militer RI Kalah Banyak Dari Ethiopia!

Sabtu, 04 Februari 2012, 18:11 WIB
Komentar : 6
Pesawat tempur RI dipamerkan dalam suatu pameran militer
Pesawat tempur RI dipamerkan dalam suatu pameran militer

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rencana Mabes TNI AU melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli pesawat intai tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV) dari Israel Aerospace Industries (IAI) masih menjadi polemik. Kendati saat ini program pemenuhan jumlah alutsista, termasuk pesawat tempur dinilai mendesak untuk menjaga pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia.

Komisi I DPR bersikukuh tidak setuju rencana pembelian pesawat pengintai tanpa awak buatan Israel. Komisi I pernah menyampaikan pandangan agar TNI memiliki opsi lain dalam pembelian pesawat pengintai tanpa awak. 

Berdasarkan laman Global Fire Power (GPF), penyedia analisis kekuatan militer global, Indonesia secara keseluruhan berada pada peringkat 18 negara ditinjau dari peralatan alat utama sistem senjata (alutsista). 

Namun, untuk jumlah pesawat militer, peringkat Indonesia pada posisi 31 besar dengan 510 pesawat. Ironisnya, jumlah pesawat militer Indonesia kalah banyak dari Ethiopia yang memiliki pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di bawah Indonesia. 

Berikut peringkat negara ditinjau jumlah kepemilikan pesawat pada 2011:

1. AS sebanyak 18.234 pesawat

2. Cina sebanyak 5.176 pesawat

3. Rusia sebanyak 2.739 pesawat

4. India sebanyak 2.462 pesawat

5. Israel sebanyak 1.964 pesawat

6. Jepang sebanyak 1.953 pesawat

7. Turki sebanyak 1.940 pesawat

8. Perancis sebanyak 1.757 pesawat

9. Inggris sebanyak 1.663 pesawat

10. Korea Utara sebanyak 1.650 pesawat

15. Iran sebanyak 1.139 pesawat

21. Suriah sebanyak 884 pesawat

27. Ethiopia sebanyak 703 pesawat

30. Kanada sebanyak 544 pesawat

31. Indonesia sebanyak 510 pesawat

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...