Jumat, 14 Rajab 1434 / 24 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Spesifikasi Tiga Pesawat Intai Canggih Buatan BPPT

Sabtu, 04 Februari 2012, 16:22 WIB
Komentar : 0
Defence studies
Pesawat intai buatan BPPT bernama 02A-Pelatuk
Pesawat intai buatan BPPT bernama 02A-Pelatuk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku sedang mengembangkan berbagai varian pesawat udara nir awak (PUNA). Kepala Program PUNA BPPT, Joko Purwono mengatakan, BPPT terkendala komitmen dukungan pemerintah dalam mengembangkan pesawat intai tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV). Ini dibuktikan dengan rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli satu skuadron pesawat UAV buatan Israel Aerospace Industries (IAI).

Padahal produk BPPT, seperti PUNA Wulung, papar Joko, sangat canggih dengan dilengkapi kamera pengintai yang dapat merekam wilayah yang diamati. Jika sekarang baru mampu terbang hingga 51 kilometer dari pusat kontrol, ke depannya ditargetkan mampu terbang dengan jarak 200 kilometer dari ruang kendali. “Sehingga kalau digunakan di daerah perbatasan sangat efektif,” kata Joko.

Berikut spesifikasi PUNA yang dikembangkan BPPT:

 

BPPT-01A 'Wulung'

Bentangan sayap: 6,36 meter

Panjang : 4,32 meter

Tinggi : 1,32 meter

Berat Take off : 120 kg

'Wulung' cocok untuk misi yang hanya bisa maksimal bila dipantau dari high altitude. Antara lain, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi.

 

BPPT-01B 'Gagak'

Bentangan sayap: 6,93 meter

Panjang : 4,38 meter

Tinggi : 1,12 meter

Berat Take off : 120 kg

'Gagak' cocok untuk misi pemotretan dari udara pada jangkauan luas.

 

BPPT-02A 'Pelatuk'

Bentang Sayap: 6,92 meter

Panjang Badan: 4,38 meter

Tinggi : 1,21 meter

Berat Max : 120 kg

Mesin : 24 Hp (single engine)

Material : Komposit/fiberglass

Altitude : 7000 ft

Payload : 20 kg

'Pelatuk' cocok untuk misi pemotretan udara pada area kecil, pengintaian jarak dekat suatu sasaran, pemantauan hutan, pemantauan laut dan pantai.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
8.379 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  jalius Minggu, 5 Februari 2012, 19:30
Kita bngga karya anak bangsa Indonesia....
  aji Sabtu, 4 Februari 2012, 22:08
ayo berjuang terus para penemu indonesia,,,jangan kalah oleh jendral yang tak punya rasa nasionalisme,sekalian bikin bom nuklir mini yang bisa dipasangkan dipantat orang-orang yang tak menghargai karya bangsanya sendiri.....merdeka
  wulungwengi waskitowicaksono Sabtu, 4 Februari 2012, 17:52
BPPT jangan patah semangat....... maju terus dan bangsa ini ini memang membutuhkan pimpinan seperti jokowi yang menghargai karya bangsa sendiri.
  Agung Cipanengah Sabtu, 4 Februari 2012, 17:50
Sepertinya pemerintah tidak cinta produk dalam negeri. Beli kok jauh jauh ke Israel. Sudah tau Israel itu negara penjajah kok masih mau beli didsana?
  hermina sujono hadi Sabtu, 4 Februari 2012, 17:06
PUNA BPPT sangat cocok untuk NKRI YANG LAUTANNYA DUA-SETENGAH KALI DARATANNYA..agar dapat segera mengamati kelautan kita sewaktu-waktu..buatan anak negeri akan memberi motivasi kepada mereka ketika kita percaya untuk memakainya...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Ini Inspirasi Satu Restoran Halal di California
Dengan konsentrasi komunitas Indonesia tertinggi bermukim di daerah pantai Barat Amerika, ditambahnya cukup terbukanya warga Amerika di daerah ini akan makanan...