Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Beda Sistem Pertahanan Israel, Iran, dan Indonesia

Sabtu, 04 Februari 2012, 09:54 WIB
Komentar : 0
cbsnews.com
Tes penembakan rudal oleh Israel
Tes penembakan rudal oleh Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Program Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Joko Purwono, menjelaskan mengapa Israel lebih tangguh dan unggul dalam teknologi pertahanan udara dibanding negara lain. Menurut Joko, kondisi itu tercipta lantaran Israel merasa pertahanannya terancam dan terintimidasi dengan negara sekitarnya di Timur Tengah.

Untuk bisa bertahan, paparnya, negeri Zionis tersebut berupaya meningkatkan kekuatan pertahanan udaranya untuk mengontrol ancaman dari luar. Caranya dengan terus mengembangkan teknologi berbagai pesawat tempur hingga pesawat intai tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV). "Mereka merasa tidak tenang, dan untuk survive Israel terus berinovasi mengembangkan teknologi pesawatnya hingga bisa canggih," ujar Joko kepada Republika, Sabtu (4/2).

Joko melanjutkan, pola yang sama juga terjadi di Iran. Merasa negaranya menjadi incaran Israel dan Amerika Serikat (AS), serta tidak bakal dibantu negara Teluk lainnya, maka pihak militer berkomitmen mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak.

Iran terus berpacu mengejar ketertinggalan teknologi dengan banyak mempelajari teknologi luar. Alhasil, beberapa waktu lalu Iran sukses merontokkan pesawat intai AS dan Israel yang mencoba menyusup masuk ke wilayah udara negara Para Mullah tersebut. "Iran berjuang mengembangkan teknologi pesawatnya hingga sudah tahap canggih, tapi teknologi dan industri pertahanan Israel sudah jauh lebih maju karena sudah mengembangkannya lebih dulu," kata Joko.

Untuk Indonesia, Joko mengaku sangat prihatin sebab dapat dikatakan tertinggal akibat tidak adanya komitmen pemerintah. Ini karena pemerintah masih sibuk pada program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan alokasi APBN sangat minim untuk pengembangan industri alutsista dalam negeri.

Padahal sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki bangsa ini tidak kalah dibandingkan dengan negara lainnya. Sayangnya, hanya kurang mendapat kesempatan dan pelatihan.

Namun, lanjut Joko, belakangan ini pemerintah mulai sadar untuk menggiatkan program peningkatan alutsista, termasuk pembelian pesawat intai untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia. "Bagus sekarang sektor pertahanan dihidupkan pemerintah. Tapi, lebih baik beli pesawat dalam negeri, bukan luar negeri," kritik Joko.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Endah Hapsari
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ahwanbi Senin, 18 Juni 2012, 17:30
Bi sdh punya putra terbaik yg bisa buat peswat tanpa awak, malaysia sudah pesan, pesawat tanpa awak tsb diberi nama Kujang
  ahwanbi Senin, 18 Juni 2012, 17:28
Indonesia sudah mempunyai putra terbaik yang mampu membuat pesawat tanpa awak, sekarang mrk membuat di Cimahi Bandung, malaysia sudah pesan dari mereka....pesawat tanpa awak tersebut diberi nama kujang....
  gilas salit Minggu, 5 Februari 2012, 19:16
Kalau kita punya kemampuan untuk mengembangkan pesawat intai sendiri kenapa harus beli dari luar.Dukung pengembangan kemampuan kita dalam kemandirian bangsa.
  mns Sabtu, 4 Februari 2012, 17:26
Biasa beli dari luar plus dapet fee dari vendor and pembuat,(Tipikal para calo). Perlu ditinjau ulang cara-cara yg kaya gitu,... lebih baik beli dari dalam negeri plus dikasih dana riset supaya bisa bersaing dengan bangsa lain.