Canggih, Pesawat Intai BPPT tak Terdeteksi Radar

Sabtu, 04 Pebruari 2012, 07:41 WIB
Antara
Canggih, Pesawat Intai BPPT tak Terdeteksi Radar
Pesawat tempur/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teknologi pesawat intai tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV), buatan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) tidak bisa dideteksi radar pesawat. Kepala Program Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) BPPT Joko Puwono, mengatakan prototipe pesawat terbang produksinya dijamin tidak terdeteksi radar musuh.

Pasalnya seluruh bahan pesawat terbuat dari komposit murni tidak mengandung unsur metal. Meski begitu, pihaknya menyatakan pesawat intai Wulung, Gagak, Pelatuk, Alap-alap, hingga Slipi, tetap butuh pengembangan dan inovasi untuk menyiasati semakin canggihnya pendeteksian teknologi radar lawan. "Pesawat kami dijamin tidak terdeteksi radar, tapi kalau memuai sedikit karena panas mesin bisa jadi terdeteksi radar. Masih butuh pengembangan," beber Joko kepada Republika, Sabtu (4/2).

Karena pengembangan pesawat intai butuh modal, pihaknya menyarankan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) agar tidak perlu jauh-jauh membeli produk Israel Aerospace Industries (IAI). Selain bisa memperkuat industri pertahanan dalam negeri, lanjut Joko, anggaran pembelian pesawat dapat digunakan untuk inovasi dan pengembangan pesawat intai karya BPPT. Berdasarkan catatan Republika, harga pesawat intai IAI dengan teknologi terbaru rata-rata 6 juta dolar AS atau Rp 54 miliar. Adapun PUNA BPPT hanya menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar per unit.

Memang diakuinya produk Israel lebih canggih, namun kalau pesawat intai BPPT semakin sering diutak-atik maka butuh beberapa tahun untuk mengejar ketertinggalan teknologi. Ini lantaran sumber daya manusia (SDM) BPPT hanya kurang mendapat kesempatan dan pembelajaran sebab Kemenhan maupun user lain tidak pernah mengajak pihaknya untuk mengembangkan pesawat intai terbaru. "Pesawat kami ada yang jenis patroli keamanan di lautan hingga untuk membuat hujan buatan, tinggal dimodernisasi saja," papar Joko.

Redaktur: Endah Hapsari
Reporter: Erik Purnama Putra
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
arif, Jumat, 24 Pebruari 2012, 09:47

udah beli 1 aja trus di oprek2 deh..bikin 50 biji beres toh

Balas
QOSI,, Senin, 6 Pebruari 2012, 08:30

banyak belajarlah bangsa ini, jangan selalu membanggakan produk asing. Belum tentu produk mereka lebih baik dari hasil karya anak negeri.

Banggalah pada produk dalam negeri, jangan biasakan numpang biaya.

Balas
KOMEN, Sabtu, 4 Pebruari 2012, 21:30

biar TNI pesen sama BPPT, siapkan aja jatah khusus, dijamin lancar......

Balas
Kang igoen, Sabtu, 4 Pebruari 2012, 21:19

Orang indonesia itu banyak yang pintar dalam teknologi pesawat, cuma tidak didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana riset yang memadai. jadinya mereka di-hire oleh negara lain..
harusnya industri strategis itu harus tetap didukung, dipertahankan dan ditingkatkan, bukannya dilikuidasi....

Balas
Agus Nizami, Sabtu, 4 Pebruari 2012, 18:24

Israel itu maju karena mencuri teknologi AS.
Kemudian mereka menjajakan produk mereka ke LN termasuk Indonesia jadi terlatih membuatnya.
Namun jika BPPT diberi kesempatan, dalamm 3-4 tahun juga teknologi Israel bisa tersusul karena SDM kita lebih banyak dan lebih baik.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...