Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pesawat Israel Lebih Canggih Dibanding Iran

Kamis, 02 Februari 2012, 21:00 WIB
Komentar : 1
www.israeli-weapons.com
Pesawat pengintai Israel.
Pesawat pengintai Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah akhirnya buka alasan, mengapa memilih pesawat tempur buatan Israel ketimbang dari negara lain. Kementerian Pertahanan RI mengungkapkan, pemilihan pesawat tanpa awak (unmanned aero vehicle/UAV) buatan Israel karena kecanggihan teknologi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan, Brigjen Hartind Asrin mengatakan, pesawat buatan Israel sudah teruji dan canggih. Meski belum mengetahui teknis spesifikasinya, namun dipastikan teknologi pesawat tanpa awak Israel mengungguli buatan negara lain, termasuk Iran.

“Iya, pesawatnya lebih canggih daripada buatan Iran,” kata Hartind kepada Republika, Kamis (2/2).

Menurut Hartind, Kemenhan dalam menentukan pembelian pesawat tidak asal pilih. Sebelumnya, lanjut Hartind, dilakukan kajian ketat dan penelaahan spesifikasi barang sebelum memutuskan membeli pesawat tanpa awak. Bahkan, tim Kemenhan wajib melakukan kunjungan langsung ke pabrikan pesawat. Berbagai pertimbangan itu, imbuh Hartind, yang menjadi patokan tim Kemenhan sebelum memutuskan pembelian pesawat.

Disinggung pesawat tanpa awak Amerika Serikat (AS) dan Israel yang jatuh ditembak militer Iran, Hartind menegaskan kalau hal itu hanya kabar di media. Yang terjadi, ungkapnya, pesawat tanpa awak itu jatuh sendiri dan oleh tentara Iran dipelajari untuk dibuat spesifikasi pesawat tiruan yang sama. Adapun ditinjau dari teknologi, Hartind yakin pesawat buatan Israel unggul satu tingkat di atas Iran.

“Teknologi Israel itu paling hebat di dunia. Kita harus akui itu, dan kami membeli ke mereka,” terang Hartind.


Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Inter Milan Gasak Stjarnan
MILAN -- Inter Milan tumbangkan Stjarnan dengan skor teak 6-0 dalam play-off second leg Liga Eropa di Stadion San Siro,  Jumat (29/8). Inter yang...