Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lebih Canggih, RI Pilih Pesawat Intai Israel

Kamis, 02 Februari 2012, 13:27 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S. Jusuf
Prajurit TNI Angkatan Udara. (ilustrasi)
Prajurit TNI Angkatan Udara. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Simpang siur pembelian pesawat intai UAV buatan Israel Aerospace Industries (IAI) oleh TNI AU bukan sekadar isu. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Hartind Asrin, mengatakan pembelian pesawat tanpa awak itu dimasukkan dalam daftar belanja TNI AU periode 2010-2014. Dijelaskannya, pembelian pesawat buatan Israel lebih didasarkan pada persoalan teknis.

Setelah dilakukan diskusi dan kajian matang, papar Hartind, TNI AU menjatuhkan putusan untuk membeli pesawat intai Israel. Pihaknya juga mengharap pembelian yang ditujukan untuk meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutista) ini tidak dikait-kaitkan dengan isu macam-macam. Seperti, Israel digolongkan sebagai negara pelanggar hak asasi manusia (HAM) maupun isu lain yang tidak ada hubungannya dengan penambahan kekuatan matra udara.

“Pesawat ini kualitasnya bagus, paling canggih. Karena industri pertahanan mereka paling maju,” kata Hartind, Kamis (2/2). Pembelian pesawat ini menggunakan mekanisme pembiayaan kredit ekspor.

Meski begitu, pihaknya tidak tahu kapan pesawat intai UAV tersebut datang ke Indonesia. “Kami berharap pada 2012 ini paling sedikit tiga pesawat UAV datang. Tapi, tidak tahu lagi setelah DPR ramai begini.” ujar Hartin.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jpran Jumat, 17 Februari 2012, 11:52
Kalau ndak percaya bahwa Indonesia bisa bikin sendiri, sini kasih uang aku untuk pembangunannya .. jadi negara jangan inferior dan bermental inlander. Indonesia itu negara besar dan banyak orang pintar (dan jujur).
  ahmadinejad Jumat, 3 Februari 2012, 19:21
Iran aja punya hubungan dagang dengan Israel kok gak pada ribut ya?? heran banget, kebencian bisa mengakar seperti itu dari mana asalnya? lagian di israel kan bukan perang agama, perebutan kekuasaan...
  umar Jumat, 3 Februari 2012, 09:36
gossipnya orang israel itu paling pintar di dunia, kenapa ngga sekalian aja TNI impor orang israel buat jadi panglima ? gemblung, palingan tu UAV bakal parkir nganggur di gudang. mau dipakai mengintai apa di Indonesia ?
  risela Kamis, 2 Februari 2012, 18:25
dari israel..kog gak dari jerman aja pak...dasar bikin onar..
  Abu Raffi Kamis, 2 Februari 2012, 15:11
Pak Presiden,pak Jendral tolong dong agak ngerti dikit...indonesia kan mayoritas pendudukan Islam..kenapa harus beli pesawat dari yg jelas memusuhi islam....
inget pak dosa pak dosa pak...nanti pasti ditanyai oelh Alloh di akhirat.....
sadar sadar pak....