Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wah, Ternyata Indonesia Pernah Deal Beli Jet Tempur Israel

Kamis, 02 Februari 2012, 08:25 WIB
Komentar : 0
www.israeli-weapons.com
Pesawat pengintai Israel.
Pesawat pengintai Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rencana Indonesia membeli jet tempur dari Israel bukan baru kali ini saja. Di era Presiden Abdurrahman Wahid, bahkan Indonesia sudah pernah deal membeli pesawat canggih dari negeri Zionis tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD kepada Republika, Kamis (2/2). 

Mahfud MD mengaku, semasa menjabat menteri pertahanan pada 2000, pihaknya sudah deal untuk membeli pesawat jet tempur F-16 dari Israel. 

Pasalnya saat itu belasan jet tumpur TNI AU tidak bisa terbang akibat embargo alutsista oleh Amerika Serikat (AS). "Setelah dilakukan kanibalisasi, dua unit F-16 bisa terbang untuk sementara waktu," ujar Mahfud.

Langkah selanjutnya, pihaknya menyiasati keadaan dengan berencana membeli jet tempur tersebut dari Israel. Dana yang disiapkan sudah ada, dan pesawat harus datang segera sebab jet tempur yang dimiliki TNI AU jumlahnya sedikit dan sangat rawan kalau postur kekuatannya tidak ditambah segera.

Akhirnya, imbuh Mahfud, tercapai kesepakatan dengan Israel untuk membeli jet tempur melalui negara perantara Yordania. "Jadi begitu lah, kita membeli melalui Yordania, dan mereka yang dapat dari Israel. Israel sendiri beli dari Amerika. Kalau tidak begitu, tak ada pesawat kita yang bisa terbang," paparnya.

Sayangnya, lanjut Mahfud, kesepakatan yang sudah di depan mata itu lenyap. Ini lantaran Gus Dur lengser terlebih dulu dari kursi presiden. "Semuanya jadi batal, dan kekuatan pertahanan TNI AU kritis," jelas Mahfud.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Shiddiq mengkritik kebijakan TNI AU yang berencana membeli pesawat intai dari Israel. Politisi PKS ini menengarai, pembelian itu melalui skema tidak langsung dengan membeli pesawat melalui negara perantara, sebab Indonesia memesannya dari Filipina, dan Filipina yang mengorder dari Israel. 

Meski dibantah Mabes TNI AU, Komisi I DPR bergeming menolak pembelian pesawat tanpa awak buatan Israel Aerospace Industries (IAI) itu, sebab negeri Zionis itu dituding pelanggar hak asasi manusia (HAM) terbesar di dunia.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  bangone Selasa, 7 Februari 2012, 07:39
Pesawat tanpa awak itu navigasinya menggunakan satelit, indonesia kaga' punya tuh satelit jadi pada akhirnya sewa juga pada amrik&israel; terus yg ngontrol sepenuhnya itu pesawat siapa...? Pengadaan pesawat ini tidak lebih tipu muslihat Zionis dan terlalu sok,bebal&jongosnya; pemimpin NKRI.
  ali suhada Minggu, 5 Februari 2012, 10:03
Persenjataan Israel bagus dan baik !!!!!
  dedi Sabtu, 4 Februari 2012, 15:13
benar jpran.. sy setuju mmang kita negara yg kalau tida menjilad tidak bisa maju.. israel nyata dalam Alquran dikatakan manusia paling buruk .. eh bisa2 indonesia kerjasama pula.. yg manyoritas muslim
  wjogja Sabtu, 4 Februari 2012, 11:09
Modifikasi gimana? klo yg rusak bannya bisa modif. kalau yg rusak navigasi, beresiko tinggi. Saya kira strategi Gus Dur sgt bagus. Sambil Indonesia pesen Pesawat Rusia, butuh waktu. Jaman sekarang wahabi arab dan qatar aja makin intim dengan israel dan as.
  f-16 modifikasi Jumat, 3 Februari 2012, 15:52
Kenapa suku cadang pesawatnya g diproduksi sendiri?..yg penting tdk dijual ke tempat lain..Indonesia kan punya ahli2 hebat...

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...